ZONAJAKARTA.com - Jerman menjadi salah satu basis utama NATO untuk berbicara lebih di Ukraina.
Jerman mensponsori Ukraina dengan tank Leopard 2 untuk melawan Rusia.
Wajar saja Jerman berbuat demikian, sejarah dulu dan detik ini Berlin selalu berseberangan dengan Rusia.
Kekalahan di Perang Dunia II menyebabkan Jerman masih menyimpan secuil dendam kepada Rusia.
Baca Juga: Norinco VT5, Tank Ringan Murah Meriah Buatan China Saingan Harimau Indonesia
Kini ada kesempatan bagi mereka membalas kekalahan tersebut melalui Ukraina.
Meski demikian ada satu alasan yang membuat Jerman harus mengurungkan niatnya membantu Ukraina secara totalitas.
Yakni jika China mengirimkan senjatanya ke Ukraina untuk membantu Rusia.
Kanselir Jerman Olaf Scholz sangat khawatir tentang kemungkinan ini.
Scholz beberapa waktu lalu menerima sebuah pesan intelijen dari AS bahwa China tengah berupaya memasok peralatan tempurnya ke Ukraina melalui Rusia.
Scholz tak sepenuhnya percaya akan hal ini.
Sebab jika China sampai ikut turun tangan membantu Rusia di Ukraina, keadaan bakal sangat runyam.
Baca Juga: UPAB 1500B, Smart Bomb Mengerikan Rusia Bombardir Ukraina
Kemampuan industri pertahanan China tak ubahnya AS yang mampu menyediakan logistik tempur tanpa batas bagi Rusia.
Scholz lantas meminta China untuk mengamati saja tanpa ada tindakan teknis.
“Kita harusnya setuju seharusnya tidak ada pengiriman senjata, dan China telah menyatakan bahwa mereka juga tidak akan melakukannya" jelas Scholz dikutip dari Politico pada Minggu 5 Maret 2023.
Selain menyampaikan hal ini, Scholz juga memberikan sedikit ancaman bagi China jika melakukan hal demikian.
"Tetapi kami harus tetap berhati-hati (tentang pengiriman senjata)," jelas Scholz.
China bisa saja mengirimkan senjatanya ke Ukraina untuk membantu Rusia.*
Baca Juga: Rolls Royce AE 2100, Mesin Turboprop C-130 Super Hercules Indonesia Juga Dipakai N-250 Gatotkaca