Komandan militer Iran menggunakan satelit tersebut untuk mengidentifikasi infrastruktur militer yang rentan dan mengukur tingkat kerusakan operasional setelah serangan selesai.
Meski begitu, pejabat China segera membantah tuduhan tersebut.
Membantu Serangan Presisi Iran
Salah satu peran satelit mata-mata China untuk Iran adalah pada serangan presisi pada tanggal 13-15 Maret lalu.
Pada saat itu, satelit TEE-01B memantau Pangkalan Udara Pangeran Sultan di Arab Saudi dan Pangkalan Udara Muwaffaq Salti di Yordania, yang keduanya dipakai Amerika untuk menempatkan aset militernya.
“Salah satu lokasi terpenting yang dipantau adalah Pangkalan Udara Pangeran Sultan di Arab Saudi, tempat pesawat Amerika tercatat berada antara tanggal 13 dan 15 Maret. Waktu itu sangat sensitif karena sebuah pesawat Amerika di Prince Sultan dilaporkan terkena serangan Iran pada 14 Maret, sebelum kemudian diakui oleh Presiden Donald Trump. Satelit tersebut juga memantau Pangkalan Udara Muwaffaq Salti di Yordania, lokasi penting lainnya bagi Amerika dan sekutu yang mendukung operasi udara regional”, pungkas Defence Security Asia di artikel yang sama.
***