ZONAJAKARTA.com - Sampai sekarang masih menjadi pertanyaan, apakah ada negara lain yang membantu Iran dalam bayang.
Salah satu negara yang sering dituduh adalah China, apakah mereka membantu Iran?
Bahkan belum terbukti kebenarannya, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sudah terang-terangan mengancam siapa saja yang membantu Iran, termasuk China.
Presiden Trump mengancam dengan taktik tarif, negara yang membantu Iran akan langsung diserang dari sisi ekonominya.
“Presiden Donald Trump mengatakan pada hari Rabu (8/4/260 bahwa impor dari negara-negara pemasok senjata militer ke Iran akan langsung dikenakan tarif 50 persen tanpa pengecualian. Setelah lebih dari lima minggu serangan terhadap peluncur rudal, situs militer, dan industri senjata Iran, Trump kembali menggunakan tarif sebagai alat tawar-menawar, menggunakan unggahan media sosial untuk memperingatkan China dan Rusia agar tidak menambah persenjataan Teheran”, dikutip dari Reuters (8/4/26) dalam artikel “Trump threatens 50% tariffs on countries supplying Iran with weapons”.
China dan Rusia langsung membantah bahwa mereka telah mengirim senjata ke Iran.
Dokumen Rahasia Katakan Sebaliknya
Sebuah dokumen rahasia membocorkan bahwa China memang membantu Iran dalam perang.
China dilaporkan menjual satelit mata-mata untuk membantu Iran menemukan lokasi strategis musuhnya.
“Iran diam-diam telah membeli satelit mata-mata buatan China, meningkatkan kemungkinan bahwa fasilitas militer Amerika di seluruh Asia Barat sedang dipetakan secara sistematis sebelum serangan pesawat tak berawak dan rudal Iran”, dikutip dari Defence Security Asia (16/4/26) dalam artikel “Iran Senyap-Senyap Beli Satelit Pengintip China Untuk Tujuan Pemetaan Pangkalan Tentera Amerika Sebelum Serangan Peluru Berpandu Di Asia Barat”.
Dokumen rahasia mengatakan bahwa Angkatan Udara Korps Garda Revolusi Islam menggunakan satelit mata-mata TEE-01B buatan China.
Satelit itu berulang kali mengambil gambar, menentukan koordinat, dan memantau fasilitas militer Amerika sepanjang awal tahun 2026.