ZONAJAKARTA.com - USS Abraham Lincoln adalah 1 dari 2 kapal induk yang Amerika kerahkan ke Timur Tengah selama Operasi Epic Fury menghadapi Iran.
Kedua kapal induk, termasuk USS Abraham Lincoln, memainkan peran kunci di Timur Tengah dengan menampung puluhan pesawat dan ribuan personel militer yang mendukung kampanye udara besar-besaran melawan Iran.
Menurut pengakuan militer Iran, kapal induk USS Abraham Lincoln telah menjadi target utama mereka sejak akhir Maret 2026.
Salah satu pejabat militer Iran mengatakan bahwa pihaknya terus memantau pergerakan kapal induk USS Abraham Lincoln.
Iran menekankan bahwa mereka akan langsung melepaskan serangan rudal presisi jika kapal induk USS Abraham Lincoln masuk dalam jangkauan.
“Komandan Angkatan Laut Iran, Laksamana Muda Shahram Irani, dia mengatakan bahwa pergerakan kapal induk USS Abraham Lincoln terus dipantau dan akan menjadi sasaran begitu memasuki jangkauan sistem rudal Iran”, dikutip dari Anadolu Agency (25/3/26) dalam artikel “Iran’s army claims missile attack on USS Abraham Lincoln aircraft carrier”.
Ancaman jadi Kenyataan
Menurut kabar terakhir, pihak militer Iran (IRGC) sudah mengumumkan penyerangan terhadap kapal induk USS Abraham Lincoln dengan 4 rudal balistik Ghadr.
“Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) meluncurkan 4 rudal Ghadr ke kapal induk USS Abraham Lincoln, menurut laporan Press TV, dengan mengutip keterangan pers IRGC”, dikutip dari Antara News (3/4/26) dalam artikel “IRGC serang kapal induk AS Abraham Lincoln”.
Pada hari yang sama, IRGC melancarkan serangan 4 rudal balistik terhadap pertemuan rahasia para teknisi penerbangan dan pilot pesawat tempur Amerika di dekat sebuah pangkalan di Uni Emirat Arab.
Sistem rudal Iran juga dilaporkan telah menembak jatuh jet tempur musuh di antara Pulau Qeshm dan Hengam di Teluk Persia.
Rudal Ghadr Mimpi Buruknya USS Abraham Lincoln
Mengutip Missile Threat (23/4/24), Ghadr adalah salah satu kekuatan rudal balistik jarak menengah terpentingnya Iran.