ZONAJAKARTA.com - Jet tempur F-16 merupakan pesawat yang selama ini jadi tulang punggung TNI AU Indonesia.
Dikutip dari af.mil, jet tempur F-16 seerti yang dimiliki TNI AU ungul dalam peran pertempuran udara.
F-16 TNI AU memiliki kemampuan manuver dan radius yang cukup ideal.
Baca Juga: China Sampai Mundur dari Natuna, Pilot F-16 TNI AU Indonesia Diakui Kehebatannya oleh Lockheed Martin Amerika
Kehebatan jet tempur F-16 TNI AU dibayar mahal dengan pilot yang berpengalaman dan harus memenuhi aturan ketat.
Jet tempur F-16 TNI AU rupanya tak bisa ditunggangi sembarangan orang.
Pilot TNI AU yang menerbangkan jet tempur F-16 ternyata harus mengenakan pakaian atau flight suit khusus.
Pilot yang menerbangkan jet tempur bisa terbang hingga ketinggian yang cukup tinggi dan mendapat efek gaya gravitasi yang membahayakan tubuh.
Jet tempur F-16 Fighting Falcon yang dimiliki oleh TNI AU bisa terbang hingga ketinggian maksimum 50.000 kaki atau 15,24 km.
Semakin tinggi seorang pilot terbang, semakin besar pula risiko efek gaya gravitasi yang bisa terjadi.
Baca Juga: F-16 Block 72 Indonesia Disebut Lockheed Martin Akan Punya Teknologi Ini: Sama Seperti F-35!
Penerbang F-16 saat terbang tinggi dan bermanuver dengan cepat bisa mendapat G-Force (gaya gravitasi bumi) sampai sebesar 9G.
Sebagai perbandingan, saat kita duduk normal di permukaan tanah, gaya gravitasi yang didapat adalah 1G.
Dilansir ZonaJakarta dari Live Science pada efek yang paling mengerikan dari gaya gravitasi ini disebut dengan Gravity Induced Loss of Consioussness (G-LOC).
G-LOC adalah kondisi di mana pilot secara tiba-tiba tidak sadarkan diri akibat kekurangan aliran darah ke otak.
Akibatnya, oksigen pun menipis dan pilot kehilangan kesadaran.