Apabila hal ini terjadi saat seorang pilot jet tempur F-16 mengudara, kondisinya bisa menjadi begitu kritis dan sulit diselamatkan.
Baca Juga: F-16 Tulang Punggung TNI AU Habiskan Segini Banyak Uang untuk Sejam Terbang
Untuk meminimalisir risiko tersebut, pilot-pilot jet tempur F-16 Fighting Falcon harus menggunakan pakaian terbang AntiG-Suit yang dirancang khusus.
Dengan pakaian khusus ini, aliran darah bisa ditahan di dalam otak sehingga pilot terhindar dari kondisi G-LOC yang membuatnya pingsan.
Cara kerja AntiG-Suit untuk pilot jet tempur F-16
AntiG-Suit dibuat dengan bahan khusus yang bisa menekan bagian kaki dan pergelangan tangan pilot.
Baca Juga: F-16 TNI AU Bisa Jatuh Tanpa Ditubruk, Siasat China di Natuna Ini Harus Diwaspadai Indonesia
Aliran darah akan ditekan agar tidak 'hilang' saat pesawat tempur terbang semakin tinggi atau bermanuver dengan cepat.
Pakaian ini juga mencegah terjadinya penggumpalan darah di bagian bawah tubuh.
Biasanya, AntiG-Suit juga sudah sekaligus memiliki teknologi fireproof atau anti api.
Bagaimana jika seorang pilot tempur terbang tanpa menggunakan AntiG-Suit?
Hal ini akan sangat berisiko pada keselamatan pilot tersebut.
Jika pesawat belum memiliki sistem auto-pilot yang bisa mengambil alih kendali saat pilot tidak sadarkan diri, pesawat bisa jatuh begitu saja.