ZONAJAKARTA.com - AS memilih untuk tidak membantu Suriah setelah bencana gempa.
Yang perlu digarisbawahi, ternyata Suriah berada di bawah sanksi AS.
Suriah mendapatkan sanksi tersebut akibat pemberontakan di sana.
“Suriah Utara diperburuk akibat sanksi AS yang menghambat pengiriman bantuan kemanusiaan”, tulis The Cradle.
“Sanksi AS saja telah melarang Suriah mengakses apapun, termasuk obat-obatan”, ungkap Menteri Menlu Suriah, Faysal Mikdad
Mikdad mengimbau Presiden AS, Joe Biden untuk segera mengirim bantuan ke Suriah.
Baca Juga: Kabar Bahagia untuk ARMY! Jimin BTS Nyatakan Segera Debut Solo, Kapan Jadwalnya?
Dan berjanji bahwa semua paket bantuan itu tidak akan jatuh ke tangan pemberontak.
Selain AS, Mikdad juga menyentil sanksi dari Barat yang dirasa tidak sesuai dengan janji mereka.
Karena lanjut Mikdad, Barat sangat menjunjung tinggi bantuan kemanusiaan di atas segalanya.
Baca Juga: Ramai Isu Utang Rp 50 M, Anies Baswedan Ungkit Hubungannya Kini dengan Sandiaga Uno
“Bantuan Eropa tidak memerlukan permintaan dan birokrasi, karena bantuan kemanusiaan tidak dikenai sanksi”, ujarnya.
“Karena itu adalah hukum internasional, jadi itu bukan alasan”, tambahnya.