Sanksi AS menyerang aset dan properti milik Pemerintah Suriah.
Menyasar sektor ekonomi dengan mengisolasi tokoh-tokoh utama dalam rezim dan oligarki Suriah.
Dan bukan hanya Suriah, sanksi AS juga menyerang entitas negara lain yang terkait dugaan pelanggaran HAM.
Sanksi AS atas Suriah pun semakin melebar melihat pemberontakan di sana yang berlarut-larut.
Bahkan sanksi Suriah pada akhirnya memberlakukan pembatasan kepada orang AS untuk berbisnis di sana.
Baca Juga: Dipertanyakan Janjinya oleh Merry Riana Soal Maju Capres, Anies: Saya Punya Komitmen di Jakarta
- Berinvestasi di Suriah, di manapun berada
- Ekspor langsung atau tidak langsung, penjualan, atau pasokan, layanan apa pun ke Suriah
- Impor produk minyak asal Suriah ke AS
- Keterlibatan dalam memfasilitasi transaksi oleh orang asing yang akan dianggap ilegal oleh orang AS
“Melarang impor minyak bumi atau produk minyak bumi asal Suriah, dan melarang orang AS terlibat dalam transaksi yang melibatkan minyak bumi atau produk minyak bumi Suriah”.
Atas dalih itulah, AS memutuskan untuk tidak menyalurkan bantuan kepada Suriah.
Baca Juga: Yoo Ah In Positif Gunakan Narkoba, Film Terbarunya Terancam Batal Rilis?
Tentu banyak pihak yang mempertanyakan, di mana banyak juga sebenarnya negara yang menolong Suriah.
Sebut saja Asia Barat, Afrika Utara, Irak, Yordania, Bahrain, UEA, Aljazair, Mesir, dan Tunisia.
Pertanyaan itupun dilontarkan oleh seorang presenter bintang dewasa, Mia Khalifa.
Mia mempertanyakan mengapa hanya Turki yang mendapatkan bantuan.
“Turki mendapatkan bantuan dari Uni Eropa maupun AS”, ungkapnya di laman IG unexpcted_.