Kematian di Turki melebihi angka 21.000 sedangkan di Suriah melebihi 3.500 orang.
Melaporkan dari Antakya, Bernard Smith dari Al Jazeera mengatakan bahwa meskipun tingkat kehancuran yang luar biasa di ibu kota provinsi Hatay Turki, masih ada secercah harapan.
“Sekarang kita berada di jam ke-135 sejak gempa, tapi masih ada harapan. Pada jam ke-132, seorang balita diselamatkan, dan beberapa jam sebelumnya, seorang pria dan wanita diselamatkan hidup-hidup. Pencarian korban belum berhenti,” kata Smith.
Dia menambahkan pemerintah berencana membuka kembali bandara di kota itu dalam waktu 24 jam.
Baca Juga: Kabar Bahagia untuk ARMY! Jimin BTS Nyatakan Segera Debut Solo, Kapan Jadwalnya?
“Landasan pacu bandara rusak parah. Mereka bilang akan kembali ke aspal. Ini akan sangat penting untuk penerbangan bantuan. Kebutuhan bantuan sangat mendesak,” kata Smith.
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, menghadapi pertanyaan tentang perencanaan gempa dan waktu tanggap, mengatakan pihak berwenang seharusnya bereaksi lebih cepat. ***