ZONAJAKARTA.com - Tak cukup hanya diguncang gempa, kini Turki juga harus menghadapi penjarahan yang kerap terjadi.
Relawan di Antakya, Turki mengatakan penjarahan menambah tugas berat mereka.
Mengutip dari situs Aljazeera pada Minggiu 12 Februari 2023 Presiden Turki Erdogan mengatakan dia akan mengambil tindakan keras terhadap para penjarah.
Baca Juga: Regu Penyelamat Enggan Menyerah Meski Korban Gempa Turki dan Suriah Sudah Terjebak Hampir Seminggu
“Kami telah menyatakan keadaan darurat,” katanya saat berkunjung ke zona bencana. “Artinya, mulai saat ini, orang-orang yang terlibat penjarahan atau penculikan harus tahu bahwa tangan tegas negara ada di belakang mereka,” katanya.
Seorang penduduk mengatakan dia menyaksikan penjarahan pada hari-hari pertama setelah gempa Senin sebelum meninggalkan kota menuju desa.
“Orang-orang menghancurkan jendela dan pagar toko dan mobil,” kata Mehmet Bok, 26, sekarang kembali ke Antakya dan mencari rekan kerja di gedung yang runtuh.
Baca Juga: Berdalih Sanksi, AS Enggan Bantu Korban Suriah, Mia Khalifa: Siapa Yang Akan Bantu Mereka?
Empat puluh delapan penjarah telah ditangkap oleh otoritas Turki, kata media pemerintah. Para tersangka ditahan di delapan provinsi berbeda sebagai bagian dari penyelidikan penjarahan.
Beberapa organisasi penyelamat juga mengatakan bahwa bentrokan antar manusia telah menyebabkan penangguhan pekerjaan mereka.
Pada hari Sabtu, dua kelompok penyelamat dan bantuan Jerman menghentikan operasi, dengan alasan masalah keamanan di tengah laporan tembakan. Tim Austria juga sempat menangguhkan pekerjaan sebelum melanjutkan.
Baca Juga: Kata Anies Baswedan soal Sosok Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto, Tak Ragu Layangkan Pujian
Sebelumnya para regu penyelamat tak berputus asa dan terus mencari korban yang terjebak di reruntuhan pada Sabtu malam waktu setempat.
Total angka kematian telah mencapai lebih dari 25 ribu di kedua negara.