Bahkan disinyalir Indonesia hendak meningkatkan persenan barter daripada membayar Su-35 dengan uang tunai.
Rusia menolak hal ini karena mereka sudah cukup diguyur ratusan ribu ton minyak sawit dari Indonesia.
"Pada kuartal pertama tahun 2020, Indonesia mengirimkan 243,2 ribu ton minyak nabati (terutama kelapa sawit) ke Federasi Rusia.
Kemudian para pihak tidak bisa menyepakati mekanisme penyelesaian pembayaran, namun disebut Indonesia bersikeras sepenuhnya pada barter," jelas Defense World beberapa waktu lalu.
Kini transaksi Su-35 Indonesia mandek dengan alasan yang tak cukup jelas.*
Baca Juga: Su-35 Bila Jadi Dibeli Rusia Jamin Beri Transfer Teknologi Jet Tempur ke Indonesia