ZONAJAKARTA.com - Indonesia berniat untuk menambah jumlah armada Rafale miliknya sebanyak 18-24 unit.
Rencana penambahan Rafale ini tak lepas dari agenda kunjungan kenegaraan Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Élysée, Prancis.
Akan tetapi sebelum itu, Indonesia juga telah menandatangani sebuah letter of intent (LoI) saat kunjungan kenegaraan Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana Negara, Jakarta pada akhir Mei 2025 lalu.
Pertemuan Presiden Prabowo dan Macron sendiri diketahui berlangsung pada Selasa, 14 April 2026 kemarin.
Terkait hal ini, rumor penambahan Rafale oleh Indonesia bahkan dihembuskan oleh salah satu media Prancis bernama La Tribune.
"Presiden Macron yang akan menerima Presiden Indonesia di Istana Élysée pada hari Selasa akan membahas penjualan baru jet tempur Rafale dari Dassault Aviation antara 18-24 pesawat," demikian bunyi pemberitaan sebagaimana dikutip ZONAJAKARTA.com dari laman La Tribune edisi Selasa, 14 April 2026 dalam artikelnya yang berjudul "Le Rafale au menu des discussions entre Macron et le président indonésien Prabowo".
Terkait rencana tersebut, baru-baru ini Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI memberikan klarifikasi.
Pihaknya belum bisa memberikan kepastian lebih lanjut kepada publik.
Hanya saja, ada pertimbangan bahwa gagasan tersebut bakal dieksekusi apabila diperlukan.
Untuk diketahui, Indonesia sendiri telah memesan sebanyak 42 unit Rafale berdasarkan kontrak antara Kemhan RI dengan Dassault Aviation yang disepakati pada Februari 2022 lalu.
Pemesanan dilakukan bertahap sejak Agustus 2022 hingga terlunasi sepenuhnya di bulan Januari 2024.
Dan penerimaan armada pesawat tersebut sudah dimulai pada akhir Januari 2026, lalu berlanjut pada kuartal kedua tahun ini, dan selebihnya akan dilakukan bertahap pada tahun 2027 hingga 2028 (estimasi).