nasional

China Yakin Militer Indonesia Bukan Ancaman Baginya

Rabu, 8 Maret 2023 | 15:49 WIB
Militer Indonesia (tnial.mil.id)

"Dilihat dari indikator desain, kapal ini ukurannya mirip dengan fregat FREMM yang dipesan dari Italia, tetapi dengan daya tahan yang lebih kuat.

Selain itu, tidak seperti fregat FREMM yang mengejar kemampuan tempur komprehensif yang lebih kuat, Arrowhead menekankan fleksibilitas dan efisiensi dalam pertempuran, dan dapat dengan cepat membentuk kemampuan tempur yang berbeda dengan mencocokkan modul tempur yang berbeda," ungkap sohu.com.

Duo FREMM dan Arrowhead diprediksi bakal mematikan armada China bila berani main-main di Natuna Utara.

"Alasan utamanya adalah sebagai berikut. Pertama, fregat jenis ini ditingkatkan berdasarkan fregat kelas Ivan Huetfield Denmark, dengan kematangan teknis yang lebih tinggi dan konsep desain yang diperbarui.

Yang kedua adalah bahwa fregat Arrowhead baru saja memenangkan proyek fregat Tipe 31 Angkatan Laut Kerajaan Inggris, dan kinerjanya telah diakui.

Ketiga, Arrowhead memiliki sistem tempur yang secara teknis berada di jalur yang sama dengan kapal milik Indonesia saat ini, sehingga dapat mengurangi kesulitan operasi, dan penggantian kapal lama dan baru akan lebih lancar," jelas military.people.com.cn.

China sendiri sebetulnya sadar jika ada unsur militer mereka mendekati Natuna Utara maka bisa segera dihabisi oleh jet tempur Indonesia.

"Kelompok kapal induk China kemungkinan besar tidak akan terlalu dekat dengan kepulauan dalam situasi tegang (apalagi melewatinya).

Kekuatan udara Jakarta dari 11 F-16A/B, 24 F-16C/D, lima Su-27SK/SKM, 11 pesawat tempur SU-30MK/MK2, di samping kemungkinan kesepakatan F-16V, akan lebih berbahaya daripada J-15 di kapal induk China.

Platform Indonesia ini mungkin tidak dapat melakukan penyergapan di pesisir.

Tapi mereka bisa beroperasi di laut lepas," lapor cimsec.org pada 14 September 2020.

China juga diperingatkan oleh pengamat pertahanan dari National University Singapura, Ian Chong agar tak macam-macam mengganggu kedaulatan Indonesia atau terima konsekuensinya.

"Indonesia memiliki sifat independen dan anti-kolonial yang kuat.

Upaya untuk melemahkan atau meremehkan Indonesia kemungkinan akan mengundang serangan balik yang kuat," jelas Chong dikutip dari stripes.com pada 8 Agustus 2022.

Sebelum diingatkan oleh Chong, media China bilibili.com pada 24 Juni 2021 sudah memprediksi bila Beijing terus mengganggu Indonesia maka sangat beresiko.

Halaman:

Tags

Terkini