Proyek ini dinamai "Lockheed Martin Alenia Tactical Transport Systems" (LMATTS) yang dimulai pada tahun 1995.
Baca Juga: AC 130J Ghostrider, Pembantai dari Langit Saudara Kandung C-130 Super Hercules Indonesia
Namun pada tahun 2006, Lockheed menarik diri dari LMATTS.
Alasannya mereka ingin konsentrasi menjual C-130J Super Hercules.
Lockheed merasa pasaran C 27J amat tinggi dimana mereka tak memperoleh untung maksimal jika terus ada dalam proyek LMATTS.
Bahkan USAF malah memilih membeli C 27J pada 17 Juni 2008 dibanding membuat sendiri pesawat serupa dari dalam negerinya.
Selain AS ada Meksko, Yunani dan Maroko yang memilih C 27J.
Meski kategori pesawat angkut sedag, C 27J memiliki keunggulan dalam daya muat.
Ia bisa membawa 46 personel pasukan lintas udara bersenjata lengkap.
C 27J total mampu membawa 25 ton bobot kargo, lumayan banyak untuk pesawat angkut sedang.
Untuk memaksimalkan pasaran, Alenia lantas membuat varian lain C 27J.
Misal varian pesawat mata-mata, Alenia mengubahnya menjadi EC027 Jedi.
Meski demikian Indonesia tak memilih C 27J melainkan menjatuhkan pilihannya kepada C-295.*
Baca Juga: Panglima AU Malaysia Tak Sanggup Samai Level Indonesia Beli C-130 Super Hercules