Tantangan dan Prospek Jelang DSA 2026
Meski Rosoboronexport mengklaim beberapa kontrak sudah diteken, nama pembeli baru tetap dirahasiakan.
Tantangan utama bagi negara Asia Tenggara meliputi risiko sanksi CAATSA dari Amerika Serikat serta kebutuhan transfer of technology yang tinggi.
DSA 2026 yang akan digelar mulai 20 April 2026 kemungkinan akan menjadi ajang promosi lebih intensif, di mana Su-57E akan dipamerkan di paviliun Rusia.
Bagi pengamat pertahanan, kehadiran jet ini di Kuala Lumpur menjadi sinyal bahwa Rusia ingin memperluas pengaruhnya di kawasan Asia Tenggara.
Menantikan aksi Su-57 di DSA 2026 di Kuala Lumpur
Pengumuman Rosoboronexport menjelang DSA 2026 menegaskan bahwa Su-57E semakin diminati di pasar ekspor.
Aljazair sudah menjadi operator ekspor pertama dengan pesawat yang mulai beroperasi sejak akhir 2025.
Korea Utara, India, dan Iran disebut sebagai kandidat kuat untuk kontrak tambahan.
Baca Juga: India-Rusia Capai Tahap Lanjut Produksi Lisensi Su-57, Transfer Kode Sumber Penuh Ditawarkan
Sementara Indonesia, Malaysia, dan Vietnam muncul sebagai spekulasi utama di Asia Tenggara karena basis Su-30 masing-masing.
Hingga kini, semuanya masih berada di tahap rumor dan potensi untuk negara-negara Asia Tenggara.
Perkembangan selama DSA 2026 nanti patut diikuti dengan seksama. ***