Kabar yang sama juga disampaikan The Aviationist edisi 16 April 2026 yang mengatakan Rafale M terlihat membawa pod untuk roket berpemandu laser 68 mm, yang pertama kali diperkenalkan di Paris Air Show 2025 sebagai solusi hemat biaya untuk melawan drone dan ancaman asimetris.
The Aviationist menerangkan foto Rafale tersebut pertama kali diunggah oleh Jean-Luc Cardey di Facebook pada 16 April 2026 dan kemudian dibagikan di X oleh halaman penerbangan pertahanan Bruno Aviation.
Pengguna Prancis lainnya kemudian mengklaim bahwa gambar tersebut mungkin diambil di Pangkalan Udara Istres-Le Tube, yang juga merupakan lokasi pusat uji penerbangan Direktorat Jenderal Persenjataan.
Pesawat tempur tersebut disebut sebagai Rafale M ‘1’, pesawat produksi pertama, yang digunakan untuk tujuan eksperimental dan pengembangan.
Akun Bruno Aviation mengidentifikasi sistem tersebut sebagai pod Thales JF12, dengan kapasitas 12 roket 68 mm, sehingga totalnya menjadi 24 roket jika dua pod dibawa dalam konfigurasi muatan simetris.
Media Army Recognition edisi 17 April 2026 mengabarkan juga jika Rafale M milik Angkatan Laut Prancis membawa pod roket berpemandu laser yang dipasangkan dengan sistem penargetan TALIOS.
Langkah tersebut menyoroti potensi solusi berbiaya rendah untuk melawan ancaman drone.
Media luar tersebut juga menjelaskan bahwa Rafale M memiliki tiga belas titik pemasangan senjata dengan total kapasitas muatan eksternal hingga 9,5 ton, memungkinkan integrasi jenis senjata ini tanpa mengorbankan kemampuan misi lainnya.
Aerotime mengungkapkan bahwa uji coba penerbangan ini dilakukan di tengah operasi Rafale di atas Uni Emirat Arab, di mana pesawat-pesawat tempur Prancis telah mencegat drone dan rudal Iran sejak Operasi Epic Fury dimulai pada 28 Februari 2026.
Rafale milik Prancis telah menembak jatuh sekitar 60 drone Iran di atas UEA hingga pertengahan Maret.
Media Prancis La Tribune mengindikasikan bahwa lebih dari 80 rudal udara-ke-udara MICA telah digunakan dalam proses tersebut. (ZJ)