ZONAJAKARTA.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berkoar-koar akan menutup Selat Hormuz.
Pernyataan Presiden Trump itu keluar pasca perundingan perdamaian AS-Iran gagal di Pakistan.
Lewat pernyataannya, Presiden AS akan mengirim angkatan lautnya untuk menutup Selat Hormuz.
“Presiden Donald Trump mengatakan Angkatan Laut AS akan mulai memblokade Selat Hormuz segera setelah perundingan perdamaian antara AS dan Iran di Pakistan berakhir tanpa kesepakatan”, dikutip dari Al Jazeera (12/4/26) dalam artikel “Blown to hell’: Trump orders Hormuz blockade after US-Iran peace talks end”.
“Mulai sekarang, Angkatan Laut AS yang terbaik di dunia akan memulai proses pemblokiran semau kapal yang mencoba masuk atau keluar dari Selat Hormuz”, kata Presiden Donald Trump.
Iran pada dasarnya telah menguasai Selat Hormuz, sebuah jalur penting bagi pasar energi sejak AS dan Israel melancarkan perang terhadap Iran pada 28 Februari.
Pihak militer Iran sudah mengatakan secara jelas bahwa kapal-kapal sipil yang ingin melewati jalur itu perlu mematuhi peraturan.
Selat Hormuz dibatasi hanya untuk AS, Israel, dan kapal perang/militer.
Angkatan Laut AS Bantah Sendiri Presidennya
Berbeda dengan pernyataan Presiden Donald Trump, Angkatan Laut AS menyatakan bahwa pemblokiran hanya terhadap Pelabuhan Iran.
“Angkatan Laut AS memberlakukan blokade terhadap garis pantai dan pelabuhan Iran, bukan terhadap Selat Hormuz, kata Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Dan Caine”, dikutip dari Antara News (16/4/26) dalam artikel “AS: Angkatan laut blokade pelabuhan Iran, bukan Selat Hormuz”.
“Perlu saya tegaskan bahwa blokade ini terhadap pelabuhan dan garis pantai Iran, bukan terhadap Selat Hormuz”, kata Caine dalam konferensi pers, Kamis (16/4/26).