Malaysia Sudah Punya MANPADS, Tapi Masih Ada Gap
Malaysia telah mengoperasikan Starstreak dari Inggris dan Igla dari Rusia dalam jumlah ratusan unit.
Starstreak menggunakan teknologi laser beam-riding yang sangat cepat, sementara Igla merupakan infrared homing klasik.
Meski demikian, analis menilai keduanya belum sepenuhnya optimal untuk menghadapi swarm drone modern.
Dikutip dari Defence Security Asia, "QW-19 MANPADS: The Low-Altitude Air-Defence Solution Malaysia Needs in the Age of Drone Warfare", 13 Januari 2026, QW-19 menawarkan solusi cost-effective dan teknologi matang untuk modernisasi lapisan VSHORAD Malaysia.
Indonesia Sudah Lebih Dulu Mengoperasikan QW-19
Indonesia melalui TNI Angkatan Udara dan Kopasgat telah mengoperasikan QW-19 sejak awal 2024, selain QW-3 yang lebih lama.
Angkatan Udara Indonesia bahkan rutin melakukan pelatihan teknis dan evaluasi penggunaan sistem ini.
Dikutip dari Janes, "Indonesian Air Force trains personnel on Chinese QW MANPADS", 4 Juni 2024 (masih relevan 2026), TNI AU telah memulai pelatihan personel untuk mengoperasikan dan merawat QW-3 serta QW-19 buatan China.
Kedekatan geografis dan pengalaman operasional Indonesia bisa menjadi referensi berharga bagi Malaysia.
Potensi Keuntungan Akuisisi QW-19 bagi Malaysia
Pengadaan QW-19 berpotensi membawa transfer teknologi serta peluang local assembly melalui kerja sama industri pertahanan.
Hal ini sejalan dengan upaya Malaysia mengurangi ketergantungan pada satu pemasok dan mendiversifikasi mitra pertahanan.