ZONAJAKARTA.com - Bulan Juli 2024 lalu, petinggi dari China melakukan kunjugan ke Indonesia untuk mewarkan kapal selam buatan negaranya.
China menawarkan kapal selam diesel-listrik (SSK) S26T dan kapal perusak berpeluru kendali kepada Kementerian Pertahanan RI dengan harga diskon.
Kendati demikian, sederet ahli menyoroti sikap Indonesia yang acuh tak acuh hingga tidak percaya diri dengan tawaran kapal selam China.
Tak hanya itu, seorang pendidik juga menerangkan bahwa para pembuat keputusan pertahanan dan militer Indonesia cenderung lebih memilih alutsista canggih Amerika Serikat dan Eropa meski harganya lebih mahal.
Sebagaimana diketahui, Indonesia tengah membuat kesepakatan kapal selam baru-baru ini dengan Prancis.
Seperti yang diberitakan laman Defense News pada 4 April 2024 lalu, Indonesia telah menandatangani kontrak dengan perusahaan lokal PT PAL dan Naval Group Prancis untuk dua kapal selam kelas Scorpene.
PT PAL Indonesia dan Naval Group akan bersama-sama membangun kapal selam berdasarkan kesepakatan bersama yang ditandatangani pada 28 Maret 2024.
Kapal selam yang akan dimiliki TNI Angkatan Laut tersebut dikenal sebagai kapal selam Scorpene Evolved Full LiB yang dilengkapi baterai lithium-ion, menurut siaran pers Naval Group.
Kapal selam Scorpene Indonesia akan menjadi yang pertama menggunakan teknologi baterai tersebut.
Pembuat kapal Prancis itu menyatakan teknologi lithium-ion memungkinkan energi yang lebih efisien, penurunan tingkat snorkeling, dan pengurangan waktu pengisian daya.
Kapal-kapal tersebut akan “dibangun di Indonesia di galangan kapal PT PAL, melalui transfer teknologi dari Naval Group,” menurut siaran pers bersama.
PT PAL tidak mengungkapkan nilai kontrak terbaru maupun jadwal pengirimannya.