China Tawari Kapal Selam S26T Harga Diskon, Dosen Ini Sebut Petinggi RI Lebih Pilih Alutsista Canggih AS & Eropa Meski Harga Mahal

photo author
Nika Wahyu, Zona Jakarta
- Senin, 12 Agustus 2024 | 15:15 WIB
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto memenuhi undangan Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana Élysée, Paris. (instagram.com/prabowo)
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto memenuhi undangan Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana Élysée, Paris. (instagram.com/prabowo)

“Menambahkan pemasok nasional lain ke armada bawah laut yang sudah terdiri dari kapal selam Jerman dan Korea dan, di masa depan, kapal selam Prancis (dapat mengakibatkan) peningkatan biaya awak, pengoperasian, dan pemeliharaan,” kata Natalie.

Ada pula pertanyaan mengenai kualitas kapal selam China yang ditawarkan, kata Anastasia, seraya mencatat kapal selam Scorpene Evolved buatan Prancis memiliki jangkauan dan daya tahan yang jauh lebih besar dibandingkan dengan model SSK China.

Hubungan pertahanan antara Indonesia dan China tidak ada selama era Orde Baru di bawah rezim anti-komunis Suharto ketika Indonesia membekukan hubungan diplomatik dengan Cina dari tahun 1967 hingga 1990, kata para analis.

Baca Juga: Dua Kali Berturut-turut Misi Pegase Prancis Beri Indonesia Kesempatan Jajal Kemampuan Rafale

Militer Indonesia memiliki hubungan yang mendalam dengan Barat, dengan generasi demi generasi personel Indonesia berlatih dengan rekan-rekan Amerika mereka dan menghadiri sekolah militer dan program pertukaran di AS, kata Natalie.

“Akibat kesengajaan Orde Baru menjauhi Tiongkok, militer Indonesia tidak menikmati tingkat interaksi yang sama dengan Tentara Pembebasan Rakyat,” tambahnya.

Peneliti di Center for Intermestic and Diplomatic Engagement di Paramadina Graduate School of Diplomacy di Jakarta, Yokie Rahmad Isjchwansyah, mencatat minimnya latihan miiter gabungan Indonesia-Tiongkok, dengan hanya empat latihan militer gabungan yang berlangsug dari tahun 2003 hingga 2022.

Sebaliknya, Indonesia menggelar total 110 latihan militer gabungan dengan mitranya dari Amerika Serikat selama periode tersebut.

“Indonesia kurang percaya diri terhadap kualitas alutsista China dan masih meragukan nilai tambah dari pelaksanaan latihan bersama dan pengiriman prajurit untuk belajar di China,” imbuhnya. (ZJ)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Nika Wahyu

Sumber: SCMP, Defense News, Naval News

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X