5. Thales dari Prancis dan Isu Ekspor ke Berbagai Kawasan
Thales, perusahaan teknologi pertahanan asal Prancis, turut hadir di DSA 2026 dengan fokus pada sistem elektronik, radar, dan komunikasi militer.
Perusahaan ini memiliki jejak global yang luas di sektor pertahanan.
Dikutip dari laporan OHCHR dan kelompok HAM, Thales termasuk dalam daftar perusahaan yang diimbau menghentikan pasokan komponen senjata ke pihak-pihak yang berisiko melakukan pelanggaran HAM di zona konflik.
Kontroversi ini sering muncul dalam konteks penjualan ke Timur Tengah dan Asia.
6. ASELSAN dari Turki dan Kontroversi Regional
ASELSAN, pemimpin industri elektronik pertahanan Turki, akan ikut serta dengan sekitar 40 perusahaan Turki lainnya di DSA 2026.
Perusahaan ini memproduksi radar, sistem pertahanan udara, dan peralatan komunikasi militer.
Meski kontroversinya relatif lebih rendah dibandingkan perusahaan lain, ASELSAN kadang dikaitkan dengan operasi militer Turki di kawasan perbatasan serta pasokan drone dan sistem elektronik yang digunakan dalam konflik regional.
Keikutsertaan paviliun Turki yang kuat menunjukkan ambisi ekspor yang agresif.
Mengapa Kontroversi Ini Penting?
Keikutsertaan enam perusahaan ini di DSA 2026 mencerminkan realitas industri pertahanan global yang kompleks.
Di satu sisi, mereka membawa inovasi teknologi yang dibutuhkan banyak negara untuk modernisasi alutsista.