Di sisi lain, tuduhan sanksi, pelanggaran hak asasi manusia, dan ekspor ke zona konflik sering menjadi bahan perdebatan etika dan geopolitik.
Bagi Malaysia sebagai tuan rumah, pameran ini menjadi kesempatan untuk menjajaki kerjasama pertahanan dengan berbagai pihak, meski harus menyeimbangkan isu diplomasi dan hak asasi.
Jelang DSA 2026, kehadiran Rosoboronexport, NORINCO, BAE Systems, Lockheed Martin, Thales, dan ASELSAN menjadi pengingat bahwa dunia pertahanan tidak pernah lepas dari kontroversi.
Pembaca disarankan melihat tidak hanya kemampuan teknis produk yang dipamerkan, tetapi juga latar belakang perusahaan di baliknya.
Perkembangan selama pameran nanti patut diikuti, karena keputusan pengadaan alutsista suatu negara sering melibatkan pertimbangan politik, ekonomi, dan etika yang rumit. ***