internasional

Korea Selatan Cetak Rekor, Jet Tempur KF-21 Boramae Mengudara Hanya 22 Hari Usai Keluar Pabrik

Sabtu, 18 April 2026 | 11:28 WIB
Jet tempur KF-21 Boramae produksi Korea Aerospace Industries di Sacheon, Korea Selatan. Pesawat ini mencatat lompatan besar dalam sejarah industri dirgantara Korea Selatan. (South Korean Presidency)

ZONAJAKARTA.com - Jet tempur produksi serial pertama KF-21 Boramae mengudara pada 15 April 2026, hanya 22 hari setelah rollout dari fasilitas Korea Aerospace Industries (KAI) di Sacheon, Korea Selatan.

Pesawat bernomor seri 26-001 itu lepas landas dari Pangkalan Udara ke-3 Angkatan Udara Republik Korea tanpa satu pun anomali yang dilaporkan.

Angka 22 hari bukan sekadar catatan waktu, ini berbicara tentang kondisi teknis yang sudah jauh lebih matang dibanding kebanyakan program jet tempur modern lainnya.

Pertanyaannya, apa yang membuat transisi secepat itu bisa terjadi?

Warisan 1.600 Sorti Tanpa Kecelakaan

Jawabannya ada pada apa yang terjadi sebelum pesawat produksi itu bahkan dirakit.

Selama 42 bulan, mulai Juli 2022 hingga Januari 2026, enam prototipe KF-21 Boramae menuntaskan sekitar 1.600 sorti uji terbang tanpa satu pun kecelakaan atau insiden keselamatan serius.

Badan Pengadaan Program Pertahanan Korea Selatan (DAPA) mengumumkan rampungnya seluruh uji terbang pengembangan itu pada 13 Januari 2026, dua bulan lebih cepat dari jadwal.

Cakupan pengujiannya luas yakni validasi performa supersonik, manuver sudut tinggi, integrasi radar AESA (Active Electronically Scanned Array) buatan dalam negeri, uji separasi senjata, hingga pengisian bahan bakar udara yang untuk pertama kalinya dimasukkan ke dalam program uji Korea Selatan.

Baca Juga: 8 Korban Helikopter PK-CFX Jatuh di Sekadau Dievakuasi Pakai Heli Caracal TNI AU ke Bandara Supadio

Sebagaimana ditulis Army Recognition "South Korea's First Serial KF-21 Boramae Fighter Jet Completes Maiden Flight 22 Days After Rollout" 16 April 2026, penerbangan perdana pesawat produksi serial KF-21 ini dimungkinkan oleh baseline avionik yang sudah matang dari kampanye prototipe sehingga pesawat produksi tidak perlu lagi memulai ekspansi flight envelope dari nol.

Hasilnya, ketika pesawat produksi pertama keluar dari pabrik, hukum aerodinamika, sistem kendali terbang, dan integrasi radar sudah terverifikasi sepenuhnya.

Yang tersisa hanyalah verifikasi penerimaan, bukan penemuan ulang.

Bukan Soal Buru-Buru

Halaman:

Tags

Terkini