ZONAJAKARTA.com - KF-21 Boramae menjadi proyek kebanggan Korea Selatan bersama Indonesia.
Meski dibuat di Korea Aerospace Industries (KAI) Korea Selatan, KF-21 Boramae nantinya akan melibatkan PT Dirgantara Indonesia (PT DI).
Bahkan, dalam pembuatan KF-21 Boramae di Korea Selatan, Indonesia melalui PT DI telah mengirimkan teknisinya untuk ikut mempelajari.
Korea Selatan dan Indonesia telah sepakat untuk bersama-sama meneliti dan mengembangkan jet tempur KF-21 Boramae.
Indonesia akan mendapat transfer satu prototipe KF-21 Boramae dan berbagai data teknis dari Korea Selatan untuk menghasilkan 48 pesawat tempur generasi mendatang secara lokal.
Tentu hal ini tidak datang dengan cuma-cuma, Indonesia harus menanggung atas 20 persen dari total biaya pengembangan sebesar 8,8 triliun won.
Sekitar 1,7 triliun won biaya proyek KF-21 Boramae yang harus Indonesia bayar pada tahun 2026.
Media Korea Selatan, The Guru, dalam sebuah artikel terbiatan 31 Januari 2023 menyebut saat ini, kedua belah pihak sedang bernegosiasi bahwa harus ada investasi fasilitas khusus di Indonesia untuk memproduksi jet tempur secara massal.
"Selain itu, setelah produksi massal berlangsung, tercapai kesepakatan untuk memproduksi beberapa suku cadang IF-X (nama lain proyek KF-21 Boramae) di perusahaan penerbangan milik negara PTDI.
PTDI saat ini sedang mempromosikan uji terbang menggunakan prototipe kelima KF-21 Boramae.
Waktunya belum dikonfirmasi, tetapi direncanakan untuk melakukan uji terbang dalam tahun ini," tulis The Guru dalam artikelnya seperti dikutip Zonajakarta.com.
Tak butuh waktu lama bagi Kementerian Pertahanan (Kemenhan) untuk mengungkap bagian mana saja dari pesawat KF-21 Boramae yang akan diproduksi Indonesia.