Hal ini seperti dikutip Zonajakarta.com dari akun Instagram resmi @kemhanri yang mengunggah sebuah postingan pada 7 Februari 2023.
Kemenhan, secara terang-terangan mengungkap bagian pesawat KF-21 Boramae yang akan diproduksi PT DI.
"'Sejak arahan Menhan terkait kelanjutan Program KF-X/IF-X, Kemhan telah melaksanakan koordinasi dengan kementerian terkait program berjalan sesuai harapan Presiden RI, yang diantaranya melakukan negosiasi ke-6 yang menghasilkan Joint Agreement (JA) pada 11 November 2021 dan telah dikirimkan 37 Engineer PTDI serta 2 Pilot Test RI untuk mengikuti partisipasi di KAI Korsel', ungkap Wamenhan M. Herindra.
Pemerintah RI mendukung pembentukan kembali Joint Program Management Office (JPMO) demi tercapainya tujuan program kedua belah pihak.
Sedangkan tujuan program tersebut, Wamenhan menambahkan, adalah untuk mewujudkan kemampuan Bangsa Indonesia dalam penguasaan teknologi pesawat tempur (Perpres 136/2014), dengan target capaian dapat memproduksi secara terbatas komponen (wing,tail dan pylon) KF-X/IF-X, kemudian dapat melakukan final assembly, uji terbang maupun re-sertifikasi IF-X, juga dapat melaksanakan operasional serta pemeliharaan pesawat IF-X dan melakukan modifikasi atau upgrade pesawat IF-X," tulis akun @kemhanri dalam unggahannya.
Rupanya PT DI akan ketiban rejeki dengan memproduksi komponen wing tail dan pylon dari pesawat KF-21 Boramae.***