Internasional

Tentara Muslim Rusia Buru Pembakar Al Quran yang Diduga Pasukan Ukraina, Kyiv Tanggapi Video yang Beredar

Senin, 20 Maret 2023 | 18:25 WIB
Tentara Muslim Rusia Buru Pembakar Al Quran yang Diduga Pasukan Ukraina, Kyiv Tanggapi Video yang Beredar (Rusnext)

ZONAJAKARTA.COM- Pada hari Kamis 16 Maret 2023, sebuah video mulai beredar di media sosial yang menunjukkan apa yang tampak seperti tentara Ukraina memotong daging babi di atas salinan Alquran milik pejuang Rusia yang ditangkap.

Dikutip dari International Business Times, para prajurit yang diduga tentara Ukraina itu juga kemudian terlihat merobek dan membakar halaman kitab suci tersebut.

Kyiv Menanggapi video tersebut, Oleg Nikolenko, juru bicara Kementerian Luar Negeri Ukraina, mengecam Rusia karena membuat "video palsu" dan mengatakan bahwa negara tersebut harus dikutuk karena menghina Islam.

Baca Juga: Poseidon & Satan 2 Siap Dikerahkan Rusia, Sarmat 2 Bakal Dipakai Vladimir Putin untuk Serang Pembela Ukraina?

"Peringatan video palsu! Rusia membuat klip dengan orang tak dikenal yang mengaku sebagai tentara Ukraina memotong daging babi di Al-Qur'an dan membakar halaman-halamannya. Mereka berbicara bahasa Ukraina yang rusak dan menggunakan pisau tentara Rusia. Rusia harus dikutuk karena menghina Islam dalam upaya untuk mendiskreditkan Ukraina," kata Nikolenko dalam sebuah posting Twitter.

Said Ismagilov, Mufti UMMA — Administrasi Spiritual Muslim Ukraina, juga mengecam Rusia karena menyebarkan berita palsu tentang tentara Ukraina yang menodai Alquran dan berpendapat bahwa, tidak seperti tentara Rusia, militer Ukraina menghormati "pilihan spiritual setiap prajurit".

"Mereka bertujuan memprovokasi kemarahan di kalangan dunia Muslim di Ukraina dengan tindakan yang diduga tentara Ukraina. Tapi seperti berita propaganda lainnya, video ini tidak memiliki petunjuk," kata Ismagilov, sebagaimana diterjemahkan oleh Ukrainska Pravda.

Baca Juga: China & Rusia Belum Mampu Punya, Radar AESA di KF-21 Boramae Indonesia Bisa Tembak Rudal ke Korut, Ini Speknya

"Tidak seperti orang Rusia, semua orang Ukraina bersatu; mereka saling mendukung dan menghormati pilihan spiritual setiap prajurit. Kami tidak memiliki buku 'churban'; kami bahkan tidak menggunakan kata ini."

Angkatan Bersenjata Ukraina juga mengeluarkan pernyataan di mana dikatakan tentara Ukraina tidak akan menodai Al-Qur'an karena "orang-orang dari kebangsaan dan agama yang berbeda" bekerja sama untuk mempertahankan negara dari invasi Rusia.

Sementara itu, dikutip dari Hindustan Times, Tentara Chechnya Vladimir Putin, yang sebagian besar pejuang Muslim, telah mengeluarkan ancaman beberapa hari setelah video diduga pasukan Ukraina terlihat membakar kitab suci Islam Al Quran.

Baca Juga: China Sesumbar Melatih Pilot Su-30 TNI AU Indonesia, Tiongkok: Lebih Baik dari Rusia!

Pemimpin Republik Chechnya Rusia, Ramzan Kadyrov, bersumpah memberikan hadiah kepada pihak yang bisa menangkap prajurit Ukraina yang terekam dalam video yang menodai Al-Quran.

Kadyrov mengatakan bahwa video tersebut mewakili ideologi negara Ukraina dan menggambarkan sifat fasis-setan.

Halaman:

Tags

Terkini