Video yang diposting ulang oleh beberapa pejabat Rusia menunjukkan dua orang yang diduga tentara Ukraina menggunakan halaman dari kitab suci umat Islam untuk menyalakan api.
Namun, tentara dan pemerintah Ukraina membantah bahwa personel militer negara itu terlibat dalam insiden itu dan menyalahkan Rusia atas insiden tersebut.
Dikutip dari Rusnext, Ramzan Kadyrov, menerbitkan sebuah video di mana militer Ukraina diduga merobek halaman-halaman Alquran dan membakarnya.
Ia berjanji akan menemukan orang-orang ini dan menghukum mereka.
Untuk yang bisa menemukan mereka, dia mengumumkan hadiah 5 juta rubel, dan untuk yang bisa menangkap mereka disediakan uang 10 juta rubel.
***