Pasukan Komando Indonesia Kehilangan Unsur Pendadakan Bebaskan Pilot Susi Air dari Tangan KKB Papua

photo author
Beryl Santoso, Zona Jakarta
- Kamis, 2 Maret 2023 | 21:13 WIB
Pasukan Komando Indonesia beresiko jika bebaskan pilot Susi Air (Dispenal)
Pasukan Komando Indonesia beresiko jika bebaskan pilot Susi Air (Dispenal)

Saat ini dipastikan unsur pendadakan yang menjadi ciri khas serangan komando Indonesia hilang karena pernyataan di atas.

Teringat peristiwa penyanderaan MV Sinar Kudus pada 2011 silam di perairan Somalia.

Kala itu Dankormar Mayjen TNI Suhartono yang saat ini sudah pensiun ditugaskan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk membentuk Task Force pembebasan sandera.

Suhartono ditunjuk sebagai komandan pasukan khusus Denjaka untuk pembebasan ini.

"Presiden SBY meminta TNI untuk mempersiapkan operasi pembebasan ABK dan MV Sinar Kudus," jelas Suhartono dikutip dari podcast Dispen TNI AL, Sabtu, 21 Agustus 2020.

Rencana operasi jarak jauh ini disusun dalam waktu singkat, 3 KRI dikerahkan ke Somalia.

Persiapan operasi pembebasan MV Sinar Kudus ini sangat kompleks, ada kemungkinan Marinir Indonesia mendarat di pantai Somalia untuk melabrak langsung markas perompak di sana.

Padahal perompak di sana punya dukungan artileri, sama saja ini perang bukan lagi operasi pembebasan sandera.

Baca Juga: Honda Jazz Reborn Kembali, Tampilan Makin Kece atau Nyeleneh?

"Bila diperlukan aksi militer laksanakan pendaratan ke pantai untuk menunjukkan bahwa kita itu punya kedaulatan, bahwa kita tidak bisa diinjak-injak," jelas Suhartono.

Operasi pembebasan MV Sinar Kudus ini berhasil lantaran terjaganya unsur pendadakan saat hari H pembebasan dilaksanakan.

"Kalau saja para teroris itu mengetahui kita mengirimkan pasukan kesana, mungkin para ABK MV Sinar Kudus tidak akan selamat itu.
Sehingga, semua perencanaan operasi pembebasan itu dilakukan betul-betul serahasia mungkin," kata Suhartono.

Saat ini di waktu ini pembebasan pilot Susi Air lebih beresiko karena pasukan Indonesia diketahui sudah mengepung posisi KKB Papua yang bisa saja langsung menghabisi nyawa Mark Mehtrens.*

Baca Juga: Kesengsem Diponegoro Class Indonesia, Malaysia Berusaha Beli Korvet Damen 9113

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Beryl Santoso

Sumber: Dispenal TNI AL

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X