ZONAJAKARTA.com - AS pernah kebakaran jenggot kala pilot mata-matanya bernama Allen Pope tertangkap Indonesia.
Pope terbukti secara sah ditugaskan AS membantu pemberontak AUREV PERMESTA melawan pemerintahan Indonesia.
Ia menerbangkan pesawat pembom B-26 Invader dari AS untuk menggulingkan pemerintahan sah Indonesia.
Operasi Pope bersama AUREV pada 13 April 1958 cukup membuat TNI babak belur.
Baca Juga: Komandan Armada TLDM Akui Malaysia Tak Punya Kemampuan Hadapi Peperangan Maritim Modern
Ia melakukans erangan udara di bandara Hassanuddin Makassar, kemudian pelabuhan Donggala, Ambon, Balikpapan dan Ternate juga ikutan disikat Pope bersama B-26.
Bahkan satu unit kapal perang ALRI yakni RI Hang Toeah ditenggelamkan Pope dalam serangan udara di pelabuhan Balikpapan.
Pemerintah Indonesia yang mengetahui adanya operator CIA di dalam PERMESTA tak tinggal diam.
18 Mei 1958 militer Indonesia membentuk Gugus Tugas Amfibi yang dinamai ATF-21 untuk memukul PERMESTA di pulau Tiga dekat Ambon.
Pasukan pemukul ini berlayar menggunakan dua kapal angkut, lima kapal penyapu ranjau dan dikawal P-51 serta B-26 AURI.
Pope yang mengetahui adanya armada ALRI berlayar menuju kedudukan PERMESTA lantas menyerang menggunakan B-16 nya.
Mendengar ATF-21 diserang, Kapten penerbang Ignatius Dewanto dari AURI yang tengah berada di apron Liang tak jauh dari posisi musuh langsung memacu P-51 tunggangannya.
Baca Juga: Indonesia Tak Bisa Larang Kapal Selam Nuklir Virginia Class Australia Lewati ALKI
Ketika melihat B-26 milik Pope ia segera memberondongkan senapan mesin 12,7 mm miliknya telak mengenai sasaran.