Tapi melihat pernyataan Prabowo, nampak memang Mirage 2000 Qatar sudah tak muda lagi.
Ada dugaan bahwa yang diincar justru F-15 E Strike Eagle yang kini dipakai dalam jumlah banyak oleh USAF.
Dikutip dari Air Force Technology, tahun pertama pengiriman F-15 E Strike Eagle ke USAF ialah 1988.
Setelah itu secara bertahap McDonnel Douglas mengirim F-15 E kepada USAF hingga 1990an ke atas.
Hal ini mengindikasikan F-15 E tak tua-tua amat jika bisa dibeli Indonesia.
Apalagi Indonesia akan membeli F-15 Eagle II, AS tentu dengan senang hati menerima uang lagi dari sini untuk Strike Eagle bekasnya.
AS juga berencana mengganti seluruh armada F-15 E dengan F-15 Eagle II dan F-35.
Strike Eagle merupakan versi F-15 yang disempurnakan dari tipe basic dan C.
Ia menjadi blok terakhir F-15 sebelum menginjak ke Eagle II.
F-15 E jelas ditingkatkan kemampuannya yakni menggunakan radar Raytheon APG-82 AESA.
Baca Juga: Pilih Beli Toyota Avanza Lawas Atau Calya Baru?
Bayangkan saja pesawat generasi 80 an namun sudah memakai radar AESA yang tergolong premium.
Ia juga disempurnakan dengan penguatan airframe pesawat dimana F-15 E lbeih kokoh dua kali lipat dari pendahulunya.
Tampilan kokpit F-15 E tak jauh beda dengan Strike Eagle.
Kemudian McDonnell Douglas memasangkan sistem peperangan elektronik canggih yakni TEWS untuk pertahanan pesawat.