Mulai dari jammer, radar pencari posisi musuh hingga Identification Friend or Foe (IFF) ada dalam TEWS.
Hal itu masih ditambah dengan adanya Terminal Data Link MIDS produksi BAE System untuk pertahanan dari serangan lawan.
Jadi butuh usaha lebih dari lawan apabila ingin menjatuhkan F-15 E Strike Eagle.
F-15 E juga jadi unsur udara dominan AS dalam Perang Teluk, Operasi Desert Storm, Operasi Deny Flight di Balkan, Enduring Freedom di Afghanistan, Iraqi Freedom hingga masih banyak lagi.
Melihat hal ini ada baiknya jet tempur interim Indonesia ialah F-15 E Strike Eagle sembari menunggu kedatangan F-15 Eagle II.*
Baca Juga: China Yakin Militer Indonesia Bukan Ancaman Baginya