Kepuasan Filipina juga pernah ditampilkan dalam situs resmi Kementerian Pertahanan Republik Indonesia sekitar tiga tahun lalu.
Menteri Pertahanan Filipina Delfin Negrillo Lorenzana saat bertemu dengan Menteri Pertahanan Indonesia Prabowo Subianto pada acara ASEAN Defense Ministers Meeting (AADM) pada 16 November 2019.
Tatkala pertemuan itu, Lorenzana menyatakan apresiasi dan kepuasan Filipina selama mengoperasikan produk kapal perang jenis SSV yang dibuat oleh PT PAL Indonesia.
Selain Filipina yang kesengsem dengan produk kapal perang Indonesia, negara lain juga menunjukkan minatnya.
Dikutip dari Pal.co.id, beberapa negara mengajukan penawaran dengan spesifikasi kebutuhannya.
Malaysia mislanya, menyebut SSV dengan Multi Role Support Ship (MRSS) dengan spesifikasi panjang 163 meter.
Sementara itu, Uni Emirat Arab (UEA) melakukan penjajakan untuk pengadaan LPD 163 meter.
Senegal, sebuah negara di Kawasan Afrika Barat jug amenaruh minat pada Kapal LPD produksi PT PAL Indonesia.
Dari banyaknya minat dan ketertarikan itu, sepertinya julukan "magnet baru pembuatan kapal perang dari ASEAN hingga ke Afrika" semakin tepat disematkan ke Indonesia.
Landing lock yang dipesan oleh Pemerintah Filipina akan mulai dibangun di Surabaya, Jawa Timur.
Kapal Filipina itu direncanakan memiliki panjang 123 meter dan tinggi 21 meter, berat 7.200 ton dan daya tahan jelajah selama 30 hari.
Kapal perang SSV buatan Indonesia memang layak disebut jempolan.*
Baca Juga: Maaf Saja, AS Sekuat Tenaga Halangi Indonesia Beli Rudal BrahMos dari India dan Rusia