ZONAJAKARTA.com - Indonesia masih merawat kesiapan tempur armada Sukhoinya yang diisi oleh Su-27 dan 30.
Su-30 berfungsi sebagai interceptor bagi pesawat yang melakukan blackflight di Indonesia sementara Su-27 superioritas udara.
Salah satu tugas utama militer Indonesia ialah superioritas udara dimana Su-27, 30 dan F-16 akan bahu membahu mewujudkannya.
Karena selama ini Indonesia masih di sektor superioritas udara dan maritime strike menggunakan jet tempur.
Baca Juga: Indonesia Minat Lagi? Rusia Akan Ubah Su-35 Jadi Jet Tempur Siluman
Alasan itulah yang membuat Indonesia membeli Rafale dan on process F-15 Eagle II.
Rafale dan F-15 murni menjadi jet tempur superioritas udara.
Keduanya juga bisa membawa rudal anti kapal macam AM 39 Exocet atau Maverick.
Su-27 sebenarnya juga bisa membawa rudal anti kapal yakni Kh-31P.
Di lini anti kapal ini, Su-27 Indonesia dengan Kh-31P boleh berbangga hati.
Kh-31P mampu melaju secepat 2,5 Mach, melahap kapal perang, drone, pesawat mata-mata, hingga instalasi radar.
Tapi jika Su-27 disuruh perang Beyond Visual Range (BVR) alias jarak jauh jangan berharap banyak.
Rudal udara ke udara R-27 terlalu usang jika digunakan dalam BVR.
Baca Juga: Indonesia Jangan Gegabah Beli KF-21 Boramae Meski Sudah Diproduksi Korsel