Indonesia Jangan Gegabah Beli KF-21 Boramae Meski Sudah Diproduksi Korsel

photo author
Beryl Santoso, Zona Jakarta
- Minggu, 26 Maret 2023 | 03:56 WIB
KF-21 Boramae akan masuk jalur produksi, Indonesia sebaiknya amati saja dulu
KF-21 Boramae akan masuk jalur produksi, Indonesia sebaiknya amati saja dulu

ZONAJAKARTA.com - Korea Selatan mendadak membuat sebuah pernyataan mengejutkan soal KF-21 Boramae dimana join pembuatannya bersama Indonesia.

Media Korsel, Yonhap belakangan ini melaporkan bahwa KF-21 Boramae siap masuk lini produksi pada 2024 mendatang.

AU Korsel alias ROKAF yang akan membeli KF-21 Boramae ini.

Sementara itu Indonesia belum membuat keputusan soal masuknya KF-21 Boramae ke lini produksi, jadi membelinya atau tidak.

Baca Juga: Fulton STARS, Cara Licik AS Coba Selamatkan Pilotnya yang Ditangkap Indonesia

"Defense Acquisition Program Administration (DAPA) memberi pengarahan kepada anggota parlemen selama sesi komite pertahanan Majelis Nasional tentang rencana pengembangan, termasuk dorongannya untuk menyelesaikan uji kesesuaian tempur 'sementara' pada jet pada Mei tahun ini.

Berdasarkan rencana, DAPA akan menandatangani kontrak produksi massal pada semester pertama tahun depan setelah melakukan studi kelayakan produksi dari Mei hingga Agustus tahun ini dan menyelesaikan rencana produksi massal pada bulan Desember," ujar Yonhap pada 23 Maret 2023.

Selain itu pada 2026, Korsel berharap KF-21 Boramae sudah bisa dipasarkan ke luar negeri secara masif.

"DAPA juga mengatakan kepada anggota parlemen bahwa pihaknya berencana untuk menyebarkan pesawat KF-21 pertama pada paruh kedua tahun 2026," jelasnya.

Korsel memang harus secepatnya memproduksi KF-21 Boramae.

Satu-satunya alasan ialah hingga detik ini status Korsel masih berperang dengan Korea Utara.

Pertempuran bisa kembali meletus setiap waktu dan KF-21 Boramae menjadi jaminan bagi Korsel menghabisi pimpinan Korut.

Namun bagi Indonesia ada baiknya tunggu dulu.

Baca Juga: Komandan Armada TLDM Akui Malaysia Tak Punya Kemampuan Hadapi Peperangan Maritim Modern

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Beryl Santoso

Sumber: Yonhap

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X