ZONAJAKARTA.com - Selama ini Lancet-E hanya bisa dilihat dari laporan perang di Ukraina.
Kini, drone kamikaze buatan Rusia itu resmi mendapat izin ekspor dan mulai ditawarkan ke pasar internasional.
Izin tersebut keluar pada Februari 2026 dan tidak butuh waktu lama bagi pengembangnya untuk langsung membawa sistem ini ke pameran pertahanan terbesar di Asia Tenggara.
Langkah ini datang di tengah persaingan pasar loitering munition global yang semakin ramai, termasuk di kawasan yang kini tengah aktif membangun kemampuan drone tempurnya sendiri.
Izin Ekspor yang Lama Tertahan
ZALA Aero Group, anak perusahaan Kalashnikov Concern yang berbasis di Rusia, resmi mengantongi lisensi ekspor untuk sistem Lancet-E pada 12 Februari 2026.
Pengumuman itu disampaikan langsung oleh ZALA di sela pameran World Defence Show 2026 di Arab Saudi.
Sebelumnya, ekspor sistem ini tidak memungkinkan karena tingginya kebutuhan internal militer Rusia.
Berdasarkan informasi resmi dari situs ZALA Aero Group yang diterbitkan 12 Februari 2026 "ZALA has received export authorisation for Lancet-E RUCs", izin ekspor ini membuka peluang bagi Rusia untuk menyuplai Lancet-E sebagai solusi taktis siap pakai kepada mitra internasional, bukan lagi per komponen terpisah seperti sebelumnya.
Sistem Lancet-E terdiri dari UAV pengintai Z-16E yang mampu mengenali target secara mandiri, ditambah dua varian loitering munition yaitu Izdeliye 51E dan 52E.
Menurut laporan TASS yang mengutip pernyataan resmi ZALA pada 8 Februari 2026 "Lancet-E strike system authorized for exports - developer", sistem ini telah mendapatkan izin resmi yang membuka peluang pasokan kepada mitra internasional sebagai solusi teknis siap pakai.
Debut di DSA 2026 Kuala Lumpur
Lancet-E hadir untuk pertama kali dalam konfigurasi tempur penuh di pameran Defence Services Asia (DSA) 2026, Kuala Lumpur, yang berlangsung 20–23 April 2026.