Mulai dari rudal udara ke udara jarak jauh jenis AMRAAM, bom berpemandu jenis AGM sampai rudal anti kapal jenis LRSAM, JSM, dan NSM bisa dibawa di F 35B.
Serta di bagian avionik F 35B terdapat salah satu avionik unggulan seperti AN/APG-81 AESA.
AN/APG-81 AESA andalan F 35B memiliki kemampuan soal deteksi udara, darat, dan permukaan.
Serta beberapa avionik internal an eksternal lainnya ada pada F 35B.
Perlu diketahui jika F 35B sendiri menjadi jet tempur yang berbeda dari varian A dan C.
Untuk di F 35B sendiri dikenal akan kemampuan lepas landas dan mendarat secara vertikal.
Dan peran F 35B diklaim luar biasa dalam operasi serbuan amfibi sebagai unsur bantuan udara.
Maka tak heran jika United States Marine Corps menjadi pengguna pertama F 35B.
Selain itu, F 35B sendiri juga dibalut dengan teknologi high level yang sangat luar biasa.
Seperti Radar cross-section (RCS) yang sangat kecil memungkinkan F 35B sulit dilacak oleh musuh.
Serta alat seperti helm jenis JHMCS II ada di F 35B untuk para pilotnya.
Dengan sederet teknologi canggih ini maka tak heran jika harga satuan dan biaya operasional F 35B cukuplah mahal.
Dikutip dari Arms control center, satu unit F 35B memiliki harga sekitar USD 135.8 juta.
Jika dikalkulasikan maka satu unit F 35B memiliki nilai sekitar Rp 2 triliun dan itu belum termasuk persenjataan.