Para pejabat AS bersikeras bahwa latihan Garuda Shield tahun ini tidak dimaksudkan untuk mempersiapkan konflik dengan negara tertentu.
Akan tetapi gelaran Garuda Shield dilakukan untuk memajukan kerja sama regional dalam mendukung Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka.
meskipun tak bisa dipungkiri bila ketegangan antara AS dan China khususnya terus meningkat.
Baca Juga: Rp1,3 Juta Turun Harganya di Maret 2023, Ini Spek HP Samsung Galaxy S21 FE yang Sudah Dilengkapi NFC
Travis Dettmer, juru bicara Departemen Pertahanan AS Garuda Shield, turut memberikan keterangannya perihal Garuda Shield 2022.
Dia mengatakan kepada The Australian bahwa latihan yang diperluas tidak dirancang untuk menimbulkan ancaman bagi satu entitas.
Namun dilakukan untuk menciptakan lebih banyak interoperabilitas sehingga kami dapat bekerja sama ketika kami harus. untuk bekerja sama.
Baca Juga: Monster Laut China Nyelonong ZEE Tetangga Indonesia, Begini Kronologinya Sampai Ketahuan Malaysia
"Sebagai militer, terutama di zaman sekarang ini, kami beroperasi sebagai kekuatan gabungan.
Latihan tahun ini dirancang untuk melibatkan lebih banyak mitra karena jika kami akan berperang, begitulah cara kami bertarung sebagai sebuah tim Pasukan gabungan, berjuang bersama." jelasnya.
“Sedikitnya 4.000 anggota TNI dan AS dari Angkatan Laut, Angkatan Udara, Angkatan Darat dan Korps Marinir akan bergabung dari Australia, Singapura dan Jepang di Sumatera Selatan dan Kepulauan Riau (pintu gerbang Indonesia ke perairan Natuna di Laut China Selatan) untuk berbagi taktik,
secara kooperatif mensimulasikan pertempuran dan operasi pencarian dan penyelamatan.” jelas The Australian.***