Miliki Berbagai Teknologi Canggih, Pesawat KF-21 Boramae Tambah Gahar Dengan Kombinasi Senjata AS dan Eropa

photo author
Andrian Permana, Zona Jakarta
- Selasa, 7 Maret 2023 | 12:08 WIB
Pesawat KF-21 Boramae (KAI)
Pesawat KF-21 Boramae (KAI)

Meteor BVRAAM sendiri diklaim menjadi rudal udara-ke-udara yang paling mampu di dunia.

Rudal tersebut dikembangkan oleh MBDA Systems dan digunakan juga pada jet tempur Gripen-E.

Rudal BVRAAM menggunakan sistem propulsi ramjet yang memungkinkan kecepatannya mencapai Mach 4.

Untuk ukuran, rudal itu memiliki panjang lebih dari 3 meter dan memiliki jangkauan efektif lebih dari 100 km.

Baca Juga: Mendapat Tendangan di Kepala Hingga Diisukan Lumpuh, Kondisi David Kini Semakin Membaik: Sudah Sadar

‘Zona larangan melarikan diri’ pada rudal Meteor dikatakan tiga kali lebih besar daripada rudal udara-ke-udara BVR yang ada di pasaran saat ini.

Hal itu memungkinkannya melengkapi jet tempur KF-21 Boramae untuk menghadapi ancaman udara.

Jet tempur KF-21 Boramae juga akan menggunakan rudal jarak pendek IRIS-T (Infra Red Imaging System Tail/Thrust Vector-Controlled).

IRIS-T merupakan program rudal udara-ke-udara jarak pendek yang dipimpin Jerman untuk menggantikan AIM-9 Sidewinder.

Baca Juga: BERITA POPULER: Mario Dandy Pernah DO dan Kena Kasus karena Cewek hingga Radar AESA di Pesawat KF-21 Boramae

Rudal udara-ke-udara jarak pendek Mach 3 IRIS-T dikembangkan oleh konsorsium negara-negara Eropa dan mulai digunakan pada tahun 2005.

Jerman mengambil 46 persen dari pekerjaan pembangunan rudal tersebut.

Selain Jerman, negara lain yang terlibat dalam pembuatan rudal yaitu Yunani, Norwegia, Swedia, dan Spanyol.

Bukan hanya Meteor dan IRIS-T, KAI juga akan mencoba mengintegrasikan rudal udara-ke-udara buatan AS pada jet tempur KF-21 Boramae.

Baca Juga: Memasuki Minggu Ketiga, Kondisi David kasus Penganiayaan Terus Meningkat: Alhamdulillah Sudah Sadar

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Yunara Aruna

Sumber: Defence Security Asia, Defence View

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X