Meteor BVRAAM sendiri diklaim menjadi rudal udara-ke-udara yang paling mampu di dunia.
Rudal tersebut dikembangkan oleh MBDA Systems dan digunakan juga pada jet tempur Gripen-E.
Rudal BVRAAM menggunakan sistem propulsi ramjet yang memungkinkan kecepatannya mencapai Mach 4.
Untuk ukuran, rudal itu memiliki panjang lebih dari 3 meter dan memiliki jangkauan efektif lebih dari 100 km.
Baca Juga: Mendapat Tendangan di Kepala Hingga Diisukan Lumpuh, Kondisi David Kini Semakin Membaik: Sudah Sadar
‘Zona larangan melarikan diri’ pada rudal Meteor dikatakan tiga kali lebih besar daripada rudal udara-ke-udara BVR yang ada di pasaran saat ini.
Hal itu memungkinkannya melengkapi jet tempur KF-21 Boramae untuk menghadapi ancaman udara.
Jet tempur KF-21 Boramae juga akan menggunakan rudal jarak pendek IRIS-T (Infra Red Imaging System Tail/Thrust Vector-Controlled).
IRIS-T merupakan program rudal udara-ke-udara jarak pendek yang dipimpin Jerman untuk menggantikan AIM-9 Sidewinder.
Rudal udara-ke-udara jarak pendek Mach 3 IRIS-T dikembangkan oleh konsorsium negara-negara Eropa dan mulai digunakan pada tahun 2005.
Jerman mengambil 46 persen dari pekerjaan pembangunan rudal tersebut.
Selain Jerman, negara lain yang terlibat dalam pembuatan rudal yaitu Yunani, Norwegia, Swedia, dan Spanyol.
Bukan hanya Meteor dan IRIS-T, KAI juga akan mencoba mengintegrasikan rudal udara-ke-udara buatan AS pada jet tempur KF-21 Boramae.
Baca Juga: Memasuki Minggu Ketiga, Kondisi David kasus Penganiayaan Terus Meningkat: Alhamdulillah Sudah Sadar