Selain Malaysia, ternyata ada banyak Negara lain di luar sana yang juga mempunyai rencana untuk mengakuisisi pesawat bekas milik Negara lain.
Pada titik ini, banyak angkatan udara negara lain mengincar peluang untuk memperoleh jet tempur bekas.
Dikutip dari Defence Security Asia, di antara negara-negara yang mengakuisisi pesawat bekas adalah Rumania yang pada Desember tahun lalu telah memutuskan untuk mengakuisisi 32 pesawat F-16AM/BM bekas dari Norwegia yang menghentikan layanan pesawat setelah menerima pesawat baru.
Saat ini, Rumania memiliki 17 F-16 dan 32 tambahan akan meningkatkan cengkeramannya pada pesawat buatan AS di angkatan udaranya dan memungkinkannya untuk mengakhiri operasi "Fishbed" MiG-21 buatan Rusia.
Baca Juga: Kejam, Agnes Sempat Merokok Setelah Menyuruh David Push-up 50 Kali
Beberapa dari 52 pesawat F-35 Joint Strike Fighter Angkatan Udara Norwegia telah mulai beroperasi untuk menjaga kedaulatan udara negara Skandinavia baru-baru ini, dengan pengiriman semua pesawat generasi kelima dari perusahaan Lockheed Martin selesai pada tahun 2025.
Pesawat F-16 Norwegia bertugas selama 42 tahun untuk negara yang berbatasan dengan Rusia.
Selain Rumania, Kroasia juga menggunakan pesawat MiG-21 yang merupakan peninggalan era Soviet.
Untuk menggantikan pesawat tempur Rusia yang sudah usang, negara Baltik tersebut telah menandatangani perjanjian dengan Prancis untuk mengakuisisi 12 jet tempur Rafale F3-R bekas yang digunakan oleh Angkatan Udara Prancis untuk menggantikan pesawat MiG-21.
Sementara itu, Denmark juga dikatakan berencana untuk mengakhiri layanan 24 dari 43 pesawat tempur F-16 yang dimilikinya pada tahun 2025 ketika menerima pesawat F-35 JSF yang dipesannya dari Amerika Serikat pada tahun 2016.
Pada tahun 2016, Denmark setuju untuk mengakuisisi 27 pesawat F-35 yang diharapkan akan dikirim ke negara Skandinavia pada tahun 2027.
Menyusul langkah Denmark untuk mengakhiri layanan pesawat F-16, muncul spekulasi bahwa Turki ingin membeli jet tempur milik Denmark, yang memiliki masa pakai lebih dari 10 tahun.
Sumber telah mengatakan kepada media Turki yang menyangkal masalah ini.