ZONAJAKARTA.com - Sebelumnya banyak yang menawarkan diri untuk mendapatkan tender dari Malaysia dalam pengadaan 18 Light Combat Aircraft/Fighter Lead-In-Trainer (LCA/FLIT) untuk Angkatan Udara Kerajaan Malaysia (RMAF).
Pesawat FA-50 menjadi kandidat unggul yang memenangkan perhatian dari Malaysia.
Setelah sebelumnya ada pula India yang menawarkan pesawat Tejas dan Turki yang menawarkan Hurjet.
Baca Juga: Terbukti Bermanfaat Bagi Kesehatan Tubuh, Berikut Adalah 8 Manfaat Minum Air Putih Setiap Hari
Berbagai kemampuan dimiliki, tidak heran jika Malaysia menaruh hati kepada pesawat buatan Korea Selatan tersebut.
Dikutip dari Defence Security Asia, KAI menawarkan “final assembly line” bagi pesawat FA-50 Block 20 untuk Malaysia.
Selain itu ada pusat Maintenance, Refurbishment and Overhaul (MRO), pembangunan Full Mission Simulator selain komitmen menerima pembayaran sehingga 50 peratus dalam bentuk komoditi dan produknya.
Selain itu, KAI juga menawarkan varian terbaru dari pesawat FA-50, yaitu Block 20.
Varian ini hanya sedikit kurang dari varian MRCA yang baru saja dipublikasikan di sebuah pertunjukan udara di Seoul tahun lalu.
Pesawat FA-50 Block 20 yang ditawarkan KAI ke Malaysia adalah varian yang lebih mumpuni karena telah ditingkatkan dan dilengkapi dengan berbagai peralatan untuk memungkinkannya melakukan berbagai misi dan operasi.
Pesawat FA-50 yang diusulkan untuk dipasok ke Royal Malaysian Air Force (RMAF) jika Malaysia memilih pesawat buatan Korea Selatan sebagai Fighter Lead-In Trainer/Light Combat Aircraft (FLIT/LCA), akan dilengkapi dengan sistem peperangan elektronik yang telah ditingkatkan kemampuannya.
Varian FA-50 yang ditawarkan ke Malaysia juga akan memiliki radar AESA (Active Electronically Scanned Array) yang dikembangkan oleh perusahaan Korea Selatan itu sendiri.