ZONAJAKARTA.COM- Perang saudara di negara seteru Palestina, Israel terancam pecah dalam waktu dekat.
Hal ini tak lain karena krisis politik di Israel yang melanda seteru Palestina dalam beberapa waktu belakngan.
Dikutip Zonajakarta.com dari The Guardian, presiden Israel, Isaac Herzog mengakhiri kebuntuan 10 minggu antara pemerintah garis keras baru Israel dan gerakan protes besar yang menentang rencana perubahan legislatif.
Baca Juga: China Sesumbar Melatih Pilot Su-30 TNI AU Indonesia, Tiongkok: Lebih Baik dari Rusia!
Presiden Israel Isaac Herzog mengungkapkan situasi di negaranya ‘sangat serius’ akibat perdebatan mengenai upaya pemerintah merombak sistem peradilan.
“Kita sedang serius dan berada dalam situasi yang sangat serius yang bisa berakibat secara politik, ekonomi, sosial dan keamanan,” kata Herzog dalam sebuah seremoni Senin malam lalu di Tel Aviv.
Menurut koran Israel The Times, presiden Israel itu menegaskan akan mencurahkan seluruh waktu dan energi untuk menemukan pemahaman yang menyelamatkan negara dari krisis konstitusional dan sosial.
Baca Juga: Xiaomi 12T 5G Punya Kamera Ultra Jernih, Ini Spesifikasi dan Harganya yang Turun di Maret 2023
Herzog mengaku sudah bertemu dengan seluruh partai baik dari koalisi pemerintah maupun oposisi untuk membahas krisis ini.
“Ini bukan kompromi politik, ini upaya Sisyphean dalam menemukan formula yang tepat mengenai keseimbangan dan harapan. Karena situasi ini sangat sulit dan mengkhawatirkan,” ujar dia.
Upaya presiden dalam menengahi pemerintah koalisi dan oposisi belum mencetak perkembangan yang signifikan.
Berbicara dalam acara ang sama, Esther Hayut, ketua Mahkamah Agung Israel, mengungkapkan kekhawatiran terhadap upaya pemerintah yang menurutnya bisa merusak persatuan Israel.
Dikutip dari Antara, PM Israel Benjamin Netanyahu menolak usulan alternatif perombakan sistem peradilan yang diajukan presiden Isaac Herzog pada Rabu (15/3/2023) sebagai upaya meredakan gelombang protes terhadap usulan perombakan yang disokong koalisi sayap-kanan pemerintahan Netanyahu.