ZONAJAKARTA.COM- Kedatangan Timnas Israel di ajang Piala Dunia U-20 di Indonesia hingga hari ini masih menjadi kontroversi.
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dan Gubernur Bali, Wayan Koster secara terang-terangan menolak kedatangan Timnas Israel di ajang Piala Dunia U-20 di Indonesia.
Gubernur Bali awalnya mengirim surat ke pemerintah pusat yang menghimbau penolakan terhadap kedatangan Timnas Israel di Piala Dunia U-20 di Indonesia.
Hal senada juga disampaikan Ganjar Pranowo yang juga menolak kedatangan Timnas Israel ke Indonesia.
Indonesia, negara mayoritas Muslim terbesar di dunia, tidak memiliki hubungan diplomatik resmi dengan Israel karena dukungannya untuk perjuangan Palestina.
Pemerintah Israel dilaporkan tengah berupaya untuk menormalisasi hubungan dengan Indonesia dan Oman, setelah sebelumnya berhasil membuka hubungan dengan beberapa negara Timur Tengah dan Afrika.
Baca Juga: iPhone 15 yang Meluncur September 2023 Akan Dijual Mahal? Ini Penyebab Apple Bakal Naikkan Harga Ponselnya
Mimpi negeri yahudi, Israel untuk menjalin hubungan dengan Indonesia rupanya sangat tinggi.
Bahkan, Indonesia yang merupakan negara mayoritas muslim sampai diberi tawaran spesial oleh Amerika Serikat jika mau bekerjasama dengan Israel.
Rayuan Israel kepada Indonesia rupanya nyata adanya, bahkan, Amerika Serikat sang sekutu negeri yahudi sampai rela merogoh kocek demi memikat Indonesia.
Hal ini seperti dikutip Zonajakarta.com dari Bloomberg, Indonesia disebut bisa membuka miliaran dolar pembiayaan tambahan dari Amerika jika bersedia bergabung dalam kesepakatan dengan Presiden Donald Trump untuk bergabung dengan negara-negara muslim lain guna bekerjasama dengan Israel, menurut seorang pejabat Amerika Serikat.
The U.S. International Development Finance Corporation (DFC), sebuah badan pemerintah Amerika yang berinvestasi di luar negeri, dapat melipatgandakan portofolio $ 1 miliar (sekitar Rp 14 Triliun) saat ini jika Indonesia bersedia mengembangkan hubungan dengan Israel, kata Chief Executive Officer DFC Adam Boehler dalam sebuah wawancara hari Senin (21/12/2020) di Hotel King David di Yerusalem.
Baca Juga: ASUS ROG Phone 7 Digadang Punya Baterai Raksasa 6000 mAh, Ini Bocoran HP yang Bakal Meluncur di April 2023
"Kami sedang membicarakannya dengan mereka", kata Boehler.
“Jika mereka siap, mereka siap dan jika mereka siap maka kami akan dengan senang hati mendukung secara finansial lebih dari apa yang kami lakukan," ujarnya.
Boehler mengatakan dia tidak akan terkejut jika pendanaan organisasinya untuk Indonesia, negara dengan mayoritas Muslim terbesar di dunia, akan mengalami penambahan satu atau dua miliar dolar lebih.
Meski saat itu Indonesia menolak mentah-mentah ajakan negeri yahudi, namun Israel nampaknya tak menyerah.
Terbaru, dikutip Zonajakarta.com dari Asia Nikkei, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengangkat kemungkinan normalisasi hubungan diplomatik Indonesia dengan Israel selama kunjungannya ke negara Asia Tenggara pada pertengahan Desember 2021, kementerian luar negeri Indonesia telah mengkonfirmasi.
Juru bicara kementerian luar negeri Teuku Faizasyah mengatakan kepada Nikkei Asia bahwa masalah tersebut diangkat dalam pertemuan antara Blinken dan Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi, selama kunjungan dua hari ke Nusantara pada 13 dan 14 Desember 2021.
Faizasyah menambahkan, dalam pertemuan itu, Marsudi menyampaikan sikap konsisten Indonesia terhadap Palestina bahwa Indonesia akan terus bersama rakyat Palestina memperjuangkan keadilan dan kemerdekaan.
Berita tentang komentar Blinken pertama kali dilaporkan oleh outlet media A.S. Axios.
Dikatakan bahwa pemerintahan Presiden AS Joe Biden "sedang mencoba untuk membangun Kesepakatan Abraham era Trump, dan dalam hal ini, melihat melampaui Timur Tengah ke negara-negara terbesar yang tidak mengakui Israel".
Outlet itu menambahkan bahwa pejabat AS dan Israel "telah mendiskusikan cara untuk memperluas Kesepakatan Abraham dalam beberapa bulan terakhir, dan Indonesia telah muncul dalam konteks itu, menurut para pejabat Israel".