ZONAJAKARTA – TNI AL telah mempersiapkan personel melalui pendidikan dan pelatihan sebagai pengawak KRI tipe MCMV 60 KRI Pulau Fani 731 dan KRI Pulau Fanildo 732.
Nantinya calon pengawak MCMV 60 tersebut mengikuti pelatihan selama 39 hari di Galangan Abeking & Rasmussen, Jerman.
Dengan ini maka TNI AL dalam waktu dekat segera mendapatkan MCMV 60 sebagai kapal buru ranjau terbarunya.
Serta MCMV 60 TNI AL akan dicap sebagai kapal buru ranjau tercanggih yang dimiliki oleh TNI AL saat ini.
Selain itu, KASAL Laksamana TNI Muhammad Ali saat menjelaskan kapal pemburu ranjau MCMV 60 yang akan tiba di bulan Mei tahun 2023.
“Kapal pemburu ranjau (MCMV 60) mungkin bulan Mei baru akan diluncurkan dari Jerman,” ujar KASAL di acara penyaluran bantuan untuk warga terdampak gempa Cianjur, Sabtu 18 Maret 2023.
Dikutip dari Dispen AL pada 12 Oktober 2022 dua unit MCMV 60 dibuat di Galangan Abeking & Rasmussen, Lemwerder, Jerman.
Di Informasikan juga bahwa kedua MCMV 60 diberi nama KRI Pulau Fani dan KRI Pulau Fanildo.
Sementara itu pelaksanaan Ship Launching KRI Pulau Fani (MCMV 60) pertama ditandai dengan dengan memotong tali tambat kapal dengan menggunakan kampak oleh KASAL waktu itu Laksamana Yudo Margono.
Dan teruntuk MCMV 60 kedua yaitu KRI Pulau Fanildo belum diinformasikan lagi kapan akan di Ship Launching.
Dengan ini maka TNI AL akan segera memiliki armada kapal perang baru jenis penyapu ranjau jenis MCMV 60.
Kapal MCMV 60 buatan A&R Abeking & Rasmussen Shipyard, Jerman lebih canggih dengan teknologi peperangan ranjau modern.