ZONAJAKARTA.com - Angkatan darat Sudan saat ini benar benar diuji oleh paramiliter Rapid Support Force alias RSF.
RSF merupakan unit paramiliter yang sejak tahun 2000 dibentuk untuk membantu tentara reguler Sudan.
Alasan RSF dibentuk cukup sederhana, mempertebal otoritas pemerintah Sudan memadamkan pemberontakan yang terjadi di dalam negerinya.
Jumlah pasukan RSF sendiri sangat besar, 100 ribu personel bersenjata lengkap.
Baca Juga: Awbimax Pengkritik Lampung Mengaku keluarga Mendapat Tekanan: 3 Nama Besar Ini Siap Pasang Badan
Dikutip dari Reuters, Minggu 16 April 2023, RSF awalnya dibentuk dengan nama Janjaweed.
Janjaweed dipimpin oleh Jenderal Mohamed Hamdan Dagalo alias Hemedti.
Hemedti saat ini menjabat sebagai dewan kedaulatan Sudan.
RSF mendapat pengalaman bertempurnya pada tahun 2001 saat presiden Omar al-Bashir memadamkan pemberontakan di Darfur.
Agak mengherankan memang kenapa Bashir memilih mengirim RSF dibanding tentara reguler Sudan.
Hasilnya 300 ribu orang tewas dan pengadilan pidana internasional menemui bukti adanya kejahatan genosida yang dilakukan RSF.
Pemerintah Sudan tak peduli dengan tudingan dari pengadilan pidana internasional.
Yang ada Bashir malah memperkuat basis RSF dengan menjadikannya pasukan penjaga perbatasan.
Hal ini membuat angkatan darat Sudan cemburu, sebab keamanan nasional harusnya jadi tanggungjawab mereka bukan angkatan kelima macam RSF yang dibentuk dari milisi seperti yang pernah di gagas PKI di Indonesia tahun 1965.