ZONAJAKARTA.com - Kementerian Pertahanan (Kemhan) Indonesia telah menandatangani kontrak kerja sama pembelian 6 pesawat tempur generasi 4,5 Rafale buatan Prancis pada tahun 2022 lalu.
Dalam acara Halal Bihalal PPIR di Jogja Expo Center (JEC), Yogyakarta, Rabu (3/5/2023), Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto berbicara di hadapan purnawirawan TNI dan Polri soal pembelian jet tempur Rafale dan Mirage 2000.
"Kita juga sudah tandatangan kontrak untuk akuisisi pesawat-pesawat tempur saat ini yang paling canggih yaitu Rafale.
Juga untuk mengatasi senggang waktu sampai rafale siap operasional, kita juga akan akuisisi pesawat-pesawat Mirage 2000," ujarnya seperti dikutip dari YouTube.
Media Prancis menyebut NKRI sudah siap untuk membayar tahap kedua pengadaan jet tempur Rafale.
Hal ini seperti dikutip dari artikel terbitan La Tribune 9 Maret 2023, Dassault Aviation, menyajikan hasil tahunan 2022 pada Kamis 9 Maret 2023.
"Menurut sumber yang sesuai, Indonesia telah mengeluarkan anggaran untuk mengakuisisi 18 Rafale baru setelah enam Rafale pertama mulai berlaku pada tahun 2022 (sekitar 1,3 miliar dolar)," tulis La Tribune.
"'Kami akan mendatangkan Rafale dari Prancis,' Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mengumumkan pada hari Rabu di Lanud Halim Perdanakusuma.
Baca Juga: Girang Rafale Batch 2 Segera Indonesia Bayar, Media Prancis: Anggaran Sudah Dikeluarkan!
Tranche terakhir (18 pesawat) dapat diberlakukan sebelum akhir tahun, atau mungkin tergelincir ke awal 2024.
Untuk Dassault Aviation, pemberlakuan tranche ini harus dilakukan sebelum pemilihan presiden Indonesia yang dijadwalkan pada Februari 2024.
Jadi ini benar-benar berpacu dengan waktu," tulis La Tribune dalam artikelnya.
Sebelumnya, dikutip dari Antara, pada November 2022 lalu, Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo menuturkan, TNI AU telah mengirimkan enam penerbang untuk menjalani latihan mengawaki pesawat jet tempur generasi 4,5 Rafale buatan Dassault Aviation yang dibeli Indonesia dari Prancis.
"Sudah kami kirim enam penerbang dan delapan orang teknisi ke Prancis untuk menjalani latihan," kata Fadjar di sela-sela acara Seminar Nasional "Tantangan TNI AU dalam Perkembangan Teknologi Elektronika Penerbangan" di Gedung Puri Ardhya Garini, Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Selasa, 8 November 2023.
Kala itu KASAU menyebut para penerbang dan teknisi itu akan menjalani pendidikan dan latihan di Prancis selama tiga bulan.