Internasional

Militer Rusia Kekurangan Stok Logistik Tempur di Ukraina

Senin, 6 Maret 2023 | 18:02 WIB
Pasukan Rusia kekurangan amunisi di Ukraina (Sputniknews)



ZONAJAKARTA.com - Militer Rusia nampak sudah ngos-ngosan di Ukraina.

Lama tak berperang membuat militer Rusia gagap menghadapi modern warfare.

Apalagi Ukraina punya beking NATO dimana membuat militer Rusia semakin sulit mengembangkan operasinya.

Kali ini Kementerian Pertahanan Inggris memberikan informasi mengenai keadaan sesungguhnya Rusia di Ukraina.

Baca Juga: Jerman Keringat Dingin Bila China Kirim Senjata ke Rusia

Inggris yang ikut menyebar intelijennya di Ukraina mengamati pergerakan Rusia.

Hasilnya laporan-laporan intelijen yang bisa dikonsumsi publik mengalir deras dari MI6.

Dikutip dari The Independent, Senin 6 Jnauari 2023, pada akhir Februari 2023 disinyalir tentara Rusia mulai kehabisan stok logistik di Ukraina.

Menurut laporan tersebut, tentara Rusia sampai harus memakai sekop buatan tahun 1869 untuk menyerang kedudukan Ukraina.

Rusia juga dilaporkan menggunakan pasukan cadangan untuk terus melanjutkan kampanye militernya di Ukraina.

Baca Juga: Norinco VT5, Tank Ringan Murah Meriah Buatan China Saingan Harimau Indonesia

"Pasukan cadangan Rusia diperintahkan untuk menyerang posisi Ukraina dengan hanya dipersenjatai senjata api dan sekop," lapor Kemenhan Inggris.

Sekop yang dimaksud ialah jenis MPL-50.

Jika kalian pernah melihat film dokumenter soal perang Stalingrad, pasukan Uni Soviet kala itu menggunakan sekop ini.

Kemenhan Inggris mengatakan jika di medan operasi Ukraina terjadi pertempuran jarak dekat.

Hal ini memang berarti Rusia sudah kekurangan stok amunisi.

"Dukungan yang lebih sedikit dari tembakan artileri karena Rusia kekurangan amunisi,” paparnya.

Meski demikia Kemenhan Inggris tak mau memberitahu posisi pasukan Rusia yang kekurangan amunisi itu.

Kekurangan logistik pernah diutarakan sendiri oleh pimpinan Wagner Group Yevgeny Prigozhin.

Prigozhin menjelaskan jika pasukannya sudah kekurangan amunisi lantaran militer Rusia kesulitan menyuplainya dari garis belakang ke frontline di Ukraina.*

 

Tags

Terkini