ZONAJAKARTA - Hampir seminggu lamanya gempa berkekuatan 7,8 magnitudo telah mengguncang Turki dan Suriah.
Namun para regu penyelamat tak berputus asa dan terus mencari korban yang terjebak di reruntuhan pada Sabtu malam waktu setempat.
Total angka kematian telah mencapai lebih dari 25 ribu di kedua negara.
Baca Juga: Berdalih Sanksi, AS Enggan Bantu Korban Suriah, Mia Khalifa: Siapa Yang Akan Bantu Mereka?
Mengutip dari situs Al Jazeera pada Minggiu 12 Februari 2023 kematian di Turki melebihi angka 21.000 sedangkan di Suriah melebihi 3.500 orang.
Melaporkan dari Antakya, Bernard Smith dari Al Jazeera mengatakan bahwa meskipun tingkat kehancuran yang luar biasa di ibu kota provinsi Hatay Turki, masih ada secercah harapan.
“Sekarang kita berada di jam ke-135 sejak gempa, tapi masih ada harapan. Pada jam ke-132, seorang balita diselamatkan, dan beberapa jam sebelumnya, seorang pria dan wanita diselamatkan hidup-hidup. Pencarian korban belum berhenti,” kata Smith.
Baca Juga: Kata Anies Baswedan soal Sosok Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto, Tak Ragu Layangkan Pujian
Dia menambahkan pemerintah berencana membuka kembali bandara di kota itu dalam waktu 24 jam.
“Landasan pacu bandara rusak parah. Mereka bilang akan kembali ke aspal. Ini akan sangat penting untuk penerbangan bantuan. Kebutuhan bantuan sangat mendesak,” kata Smith.
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, menghadapi pertanyaan tentang perencanaan gempa dan waktu tanggap, mengatakan pihak berwenang seharusnya bereaksi lebih cepat.
Relawan di Antakya mengatakan penggeledahan menambah tugas berat mereka.
Erdogan mengatakan dia akan mengambil tindakan keras terhadap para penjarah.