Baca Juga: Berdalih Sanksi, AS Enggan Bantu Korban Suriah, Mia Khalifa: Siapa Yang Akan Bantu Mereka?
Karena selama mereka latihan, perang akan tetap berlangsung dan kerugian akan terus bertambah.
Tank-tank barat ini juga tidak dapat kompatibel dengan amunisi yang dimiliki Ukraina.
Baca Juga: Setelah Puas Dengan Shahed 136, Rusia Kerahkan Drone Kamikaze Lautnya
Sehingga selain tank, Barat juga perlu mengirim amunisinya.
Waktu, biaya, maupun logistik akan menjadi pertimbangan lagi.
Dan tidak ada jaminan tank-tank Barat ini dengan efektif menghadapi persenjataan Rusia.
Pada akhirnya, banyak analis yang menilah bahwa AS tidak akan benar-benar mengirim Abrams ke Ukraina.
Mereka melihat kekuatan tank Abrams AS yang ternyata memiliki kelemahan fatal.
Mengutip Defence View, tank Abrams memiliki kelemahan di bagian pertahanannya.
“Tank AS memiliki lapisan baja yang tidak terlalu bagus, apa lagi varian ekspornya”, tulis Defence View.
Dan melihat itu, tentu AS menimbang-nimbang apakah benar-benar ingin memasok Ukraina dengan tank.
Melihat penjelasan di atas, tank sering menjadi aset rampasan dalam perang.