Rosoboronexport Rusia Berani Kasih Jaminan Menggiurkan Ini Pakai Su-35, Pantas AS Gelisah Sama Indonesia

photo author
Zulaika Rizkia, Zona Jakarta
- Senin, 18 Maret 2024 | 22:39 WIB
Rosoboronexport Rusia Berani Kasih Jaminan Menggiurkan Pakai Su-35, Pantas AS Gelisah Sama Indonesia
Rosoboronexport Rusia Berani Kasih Jaminan Menggiurkan Pakai Su-35, Pantas AS Gelisah Sama Indonesia

ZONAJAKARTA.COM- Indonesia memang saat ini terhalang dalam upaya memiliki Su-35 Rusia lantaran adanya ancaman sanksi CAATSA dari Amerika Serikat (AS).

Padahal, jika tak terhalang sanksi CAATSA AS, Indonesia seharusnya sudah mendapatkan Su-35 Rusia untuk memperkuat TNI AU.

Pada Maret 2020, Bloomberg, mengutip sebuah sumber di pemerintahan Donald Trump, melaporkan bahwa Washington telah memaksa Jakarta (Indonesia) untuk menolak membeli Su-35 karena hal itu akan bertentangan dengan Undang-Undang Melawan Musuh Amerika Melalui Sanksi (CAATSA).

Sempat bungkam alasan kenapa membatalkan pembelian Su-35 Rusia dan beralih ke F-15 EX Amerika Serikat (AS) dan Rafale Prancis, Kementerian Pertahanan (Kemenhan) Indonesia akhirnya angkat bicara.

Meski tak diumumkan secara langsung saat Indonesia membatalkan pembelian Su-35 Rusia pada 2021 lalu, Kemenhan akhirnya menulis sendiri alasannya mundur membeli Flanker.

Lewat siaran pers Sekretariat Jendral Kementerian Pertahanan Biro Hubungan Masyarakat tanggal 14 Juni 2023, lewat siaran pers dengan nomor surat: SP/01/VI/2023/ROHUMAS, Kemenhan mengungkap alasan pembatalan pembelian Su-35 Rusia.

Baca Juga: AS Tak Sadar Bongkar Kelemahan F-35 Singapura & Australia yang Cuma Bisa Indonesia Kalahkan Pakai Su-35 Rusia

Setelah dua tahun jadi pertanyaan, Indonesia akhirnya berani blak-blakan kenapa membatalkan pembelin Su-35 yang sudah digodok sejak tahun 2017.

"Menteri Pertahanan Republik Indonesia memiliki perhatian yang tinggi atas kesiapan tempur TNI AU.

Seperti diketahui bersama banyak alutsista TNI AU  berupa pesawat tempur sudah masuk dalam fase habis masa pakainya seperti pesawat F-5 Tiger.

Dimana sampai dengan saat ini rencana penggantian pesawat F-5 Tiger berupa pesawat Su-35 Sukhoi terkendala dengan ancaman saksi CATSA dan OPAC List dari pihak Amerika Serikat.

Sementara pesawat Hawk 100/200 juga sudah akan masuk pada fase habis masa pakai.

Oleh karena itu dibutuhkan penambahan alutsista berupa pesawat tempur untuk mengganti pesawat-pesawat yang sudah habis masa pakainya," jelas Kemhan dalam siaran pers tersebut.

Baca Juga: Indonesia Kecolongan? F-35 yang Australia Kerahkan ke NKRI Diam-diam AS Manfaatkan Buat Operasi Masa Depan

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Zulaika Rizkia

Sumber: Kemenhan, Military Watch Magazine

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X