Dan belum lagi untuk rudal BrahMos varian NG nampaknya yang paling cocok di jet tempur Rafale.
Dikutip dari navyrecognition.com jika rudal BrahMos miliki teknologi propulsi ramjet air-breathing.
Dari sistem tersebut maka membuat rudal BrahMos memiliki jangkauan yang lebih jauh.
Ditambah lagi di rudal BrahMos darat membawa hulu ledak semi armor piercing yang dapat menembus lambung kapal.
Oleh karenanya rudal BrahMos miliki dapat membawa hulu ledak 300 kilogram dan diklaim dapat menumbangkan kapal perusak dalam sekali serang.
Sedangkan rudal BrahMos dapat mencegat target permukaan pada ketinggian minimal 10 meter (32 kaki).
Alhasil dari kemampuannya tersebut maka rudal BrahMos memiliki kecepatan supersonik dan tidak memiliki kecepatan subsonic dikelasnya.
Meski demikian bila hal itu dilakukan, umur Rafale Indonesia tak akan lama karena bisa cepat terserang penyakit airframe fatigue bila terlalu sering membawa BrahMos.*
Baca Juga: China Sesumbar Kapal Perang Produksi Indonesia Berkualitas Payah dan Tak Memuaskan